Baru Diperbaiki 2017, Ruas Jalan Seminar Salit-Batu Melik “Tambal Sulam”

Taliwang (Suara NTB) – Kondisi jalan desa Seminar Salit-Batu Melik kecamatan Brang Rea, saat ini sudah semakin memprihatinkan yakni dengan banyaknya lokasi tambal sulam yang membuat jalan ini bergelombang. Jalan yang pengerjaannya selesai akhir tahun 2017 lalu dengan total anggaran ditaksir miliaran rupiah tersebut, sangat tidak berbanding lurus dengan kualitas hasil pekerjaannya. Bahkan terlihat ada puluhan lokasi retakan aspal sepanjang ruas jalan ini.

“Kita akui memang ruas jalan Seminar Salit-Batu Melik sudah ada beberapa titik yang mengalami kerusakan. Kita juga sudah melakukan tambal sulam di ruas jalan ini, supaya kerusakaannya tidak semakin parah. Selain itu, kita juga tetap meminta kepada kontraktor pelaksana untuk segera melakukan perbaikan,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Penataan Ruang Pemukiman dan Pemukiman (PRPP) melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Armayadi ST, kepada Suara NTB, Rabu, 11 April 2018.

Iklan

Dikatakannya, untuk ruas jalan Seminar Salit-Batu Melik, pihak terkait sudah melayangkan surat ke kontraktor untuk segera melakukan perbaikan. Hanya saja pihak kontraktor masih menunggu hingga cuaca yang bagus hingga bulan Mei atau Juni. Jika tetap dipaksakan pengerjaannya bulan April maka hasil pekerjaan tidak akan baik serta akan percuma.

Sementara untuk antisipasi meluasnya kerusakan ruas jalan ini, pihaknya sudah meminta kontraktor untuk bisa dilakukan tambal sulam dan saat ini juga dilakukan meskipun masih belum maksimal. Apalagi saat ini ruas jalan tersebut masih juga dalam tahap pemeliharaan kontraktor, sehingga pihaknya tetap meminta supaya bisa dilakukan perbaikan terhadap ruas jalan ini. “Kita sudah layangkan surat kepada kontraktor untuk memperbaiki jalan ini, kita juga masih memberikan waktu hingga beberapa bulan kedepan untuk menunggu waktu yang bagus,” ujarnya.

Dijelaskannya, ada beberapa faktor yang menjadikan jalan tersebut cepat rusak, salah satunya pengerjaan jalan yang cepat dengan tidak menghitung tingkat kepadatan tanah urugannya. Selain itu, waktu pengerjaan jalan juga bisa menjadi faktor lain. Sebut saja waktu pengerjaan jalan ini (Seminar Salit-Batu Melik) dilakukan saat musim penghujan, sehingga kekeringan tanah urugan tidak maksimal yang membuat kondis jalan menjadi labil. Sementara untuk indikasi lain, seperti kurangnya spesifikasi dan kualitas jalan, masih perlu pembuktian dari tenaga ahli yang bisa memutuskan.

“Kita belum mampu  pastikan apakah ada unsur kelalaian dalam pengerjaan ruas jalan ini, karena prosesnya masih sangat panjang. Tapi yang jelas kita tetap pihak rekanan agar segera memperbaiki jalan yang rusak ini,” tandasnya. (ils)