Baru Dikerjakan, Ruas Jalan Salit-Batu Melik Mulai Rusak

Taliwang (Suara NTB) – Ruas jalan penghubung antara desa Seminar Salit dan Dusun Batu Melik, Kecamatan Brang Rea, saat ini kondisi jalan sudah ada yang rusak. Padahal, jalan ini baru saja selesai dikerjakan sekitar akhir tahun 2017.

Kerusakan jalan ini mulai terlihat dari terangkatnya beberapa lapisan aspal dan retakan. Akibat dari kondisi ini, ruas jalan yang baru dikerjakan tersebut berlubang dan sangat membahayakan bagi warga yang melintas di jalan ini.

Iklan

“Memang benar ada jalan yang rusak dan kami sudah menerima laporan dari masyarakat terkait jalan ini. Kami juga sudah bersurat kepada kontraktor dan meminta untuk memperbaiki kembali terhadap jalan yang sudah rusak. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan menimbulkan kerusakan yang semakin parah,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Pemukiman (DPU-PRPP) melalui Kabid Bina Marga Drs. Abdul Maula kepada wartawan, Selasa, 20 Februari 2018.

Dikatakannya, hingga saat ini baru dua lokasi saja yang sudah dilaporkan rusak oleh masyarakat yakni ruas jalan Seloto-Taliwang dan Seminar Salit-Batu Melik. Untuk Seloto, jalan yang rusak tersebut sudah diperbaiki oleh pihak kontraktor yakni PT Sinar Bali dan sudah dalam kondisi baik. Tetapi untuk jalan Seminar Salit-Batu Melik, pihaknya sudah melayangkan surat ke kontraktor untuk segera diperbaiki. Tapi fakta dilapangan masih belum dilakukan perbaikan, terkait masalah ini pihaknya dalam waktu akan segera memanggil pihak kontraktor untuk membuat komitmen bahwa jalan yang rusak tersebut harus segera diperbaiki.

“Kita sudah layangkan surat kepada rekanan untuk segera memperbaiki jalan ini sesuai dengan jeda masa pemeliharan jalan ini. Karena jika tidak diperbaiki, dikhawtirkan kerusakannya akan semakin parah dan meluas ke lokasi lainnya,” ujarnya.

Dijelaskannya, beberapa faktor yang menjadikan jalan cepat rusak, salah satunya pengerjaan jalan yang terlalu cepat dengan tidak menghitung tingkat kepadatan tanah urugannya. Sehingga ketika dilakukan pengaspalan, sedangkan tanah yang berada dibawa tidak kuat, akhirnya tidak kuat menahan beban dan rusak.

Selain masalah itu, faktor cuaca juga bisa menjadi faktor lain jalan ini bisa rusak dengan cepat. Sementara untuk faktor kelalaian dari pihak kontraktor, hingga saat ini pihaknya belum memberikan kesimpulan, baik itu adanya bahan material yang dianggap kurang atau hal-hal yang lain.

“Untuk unsur adanya kelalaian kita belum simpulkan, karena prosesnya masih sangat panjang. Tapi yang jelas kita tetap pihak rekanan agar segera memperbaiki jalan yang rusak ini,” tandasnya. (ils)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional