Baru 224 Penuhi ‘’Passing Grade’’ SKD, Ribuan Pelamar CPNS di Lotim Terpental

Wabup H. Rumaksi Sjamsuddin, didampingi Kepala BKPSDM, H. Moh. Isa, saat memantau tes SKD CPNS di Kantor BKPSDM Lotim, Kamis, 6 Februari 2020. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Hingga hari ketiga pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS lingkup Pemkab Lombok Timur (Lotim) tahun 2019, baru 224 pelamar yang memenuhi passing grade. Sementara 1.276 pelamar terpental dari 1.500 peserta yang mengikuti tes dari hari pertama hingga ketiga, Rabu lalu.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lotim, H. Moh. Isa, SAP, menyebutkan hingga hari ketiga pelaksanaan tes SKC CPNS di Lotim, jumlah pelamar yang sudah lulus passing grade  sebanyak 224 pelamar, di antaranya untuk hari pertama 67 pelamar, hari kedua 65 pelamar dan di hari ketiga sebanyak 92 pelamar.

Iklan

“Sampai hari ketiga sudah 224 pelamar yang sudah lulus passing grade. Sementara untuk hari ke empat sedang berlangsung dan data keseluruhan dapat diketahui setelah tes,”terangnya.

Dalam tahapan SKD CPNS ini menggunakan Computer Asissted Test (CAT) sebanyak 100 unit dan dilaksanakan selama 23 hari sejak tanggal 3 sampai 25 Februari 2020 bertempat di gedung CAT kompleks kantor BKPSDM Lotim.

Sementara Wakil Bupati Lotim, H. Rumaksi Sjamsuddin, SH, memantau langsung pelaksanaan SKD CPNS lingkup Kabupaten Lotim, Kamis, 6 Februari 2020, mengaku yakin pelaksanaan seleksi yang menggunakan sistem CAT dapat melahirkan ASN yang jujur dan berkualitas.

“Saya yakin ASN-ASN yang dilahirkan dengan sistem CAT ini orang-orang pintar dan berkualitas. Anak presiden pun ngak lulus. Apalagi masyarakat biasa,” terangnya didampingi Kepala BKPSDM Lotim, H. Moh. Isa.

Adapun penerimaan formasi CPNS di Kabupaten Lotim tahun anggaran 2019 sebanyak 482 formasi. Dari 482 formasi ini didominasi oleh tenaga guru sebanyak 273 formasi, tenaga kesehatan 152 formasi dan sisanya 57 formasi tenaga teknis. Di mana untuk tahun ini Kabupaten Lotim hanya membuka untuk formasi umum dan tidak ada formasi khusus dengan usia maksimal 35 tahun. (yon)