Baru 1.984 KK Korban Gempa di KLU Terima Buku Rekening

ANTRI - Masyarakat sedang antri mendapatkan buku rekening dari pihak perbankan. Rekening ini nanti akan dipergunakan sebagai dana memperbaiki rumah yang rusak akibat gempa. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Jumlah warga korban gempa penerima buku rekening penerima bantuan masih rendah. Dari perkiraan 44.000 lebih rumah rusak berat, hanya 1.984 KK yang sudah menerima buku rekening.

Kasi Rekonstruksi BPDB Kabupaten Lombok Utara, Wayan Sweden, Minggu,  28 Oktober 2018 mengungkapkan jumlah KK penerima rekening BRI sebanyak 1.984 KK. Dengan rincian 744 rekening diserahkan langsung oleh Presiden Jokowi kepada masyarakat Desa Salut Kecamatan Kayangan. Sementara di Kecamatan Tanjung, warga di Desa Sokong menerima 227 rekening, Desa Medana menerima 567 rekening dan Desa Teniga menerima 446 rekening.

Iklan

“Total sudah ada 13.388 buku rekening yang sudah ada dananya, tetapi yang baru diberikan sebanyak 1.984 rekening,” ujar Sweden.

Ia menjelaskan, buku rekening akan disiapkan lagi oleh BRI sebanyak 11.000 lebih dengan rincian alokasi rekening menyasar warga Kecamatan Kayangan 2.000 lebih rekening, Kecamatan Bayan 2.037 rekening, Kecamatan Gangga 3.034 rekening, Kecamatan Tanjung 3.207 rekening dan Kecamatan Pemenang 1.500 rekening.

“Buku rekening yang rusak sedang dan rusak ringan ada yang tercetak, tetapi kami serahkan yang rusak berat dulu. Yang RS dan RR akan diverifikasi kembali,” katanya.

Sementara itu, Sekda KLU, Drs. H. Suardi, MH., bersama Pejabat Kades Sokong Sutono berkesempatan menghadiri pembagian secara simbolis rekening bantuan stimulan kepada korban gempa di Desa Sokong beberapa waktu lalu. Hadir pada saat itu, Asisten Manajer Pemasaran Bank BRI, M. Fikri Budi Aulia.

Dalam pengarahannya, Pejabat Kades Sokong menyampaikan pemdes bersama pendamping telah  melakukan sosialisasi ke masyarakat, guna memberikan pemahaman untuk masyarakat mendapatkan bantuan membutuhkan tahapan.

Sekda KLU, H. Suardi, MH., saat memberikan arahan kepada masyarakat Desa Sokong menjelaskan beberapa tahapan yang dipersiapkan masyarakat. Dari mulai pendataan rumah terdampak gempa, validasi hingga pengurusan bantuan stimulan perbaikan rumah.

“Terkait dengan apa masalahnya,  silakan berdiskusi dengan kades ataupun dengan kami secara langsung. Ini bentuk keseriusan pemerintah baik pusat maupun daerah. Mengingat pula sekarang ini cuacanya begitu panas, sebentar lagi musim hujan, sehingga pelayanan kepada masyarakat, perlu dipercepat,” ujarnya.

Sekda melanjutkan, setelah penyerahan langsung buku rekening, masyarakat diharapkan membentuk kelompok masyarakat (pokmas). Adapun rumah yang dibuat ada tiga jenis pilihan yaitu Risha, Riko atau Rika. (ari)