Barang Kedaluwarsa Masih Banyak Dijual di Kota Bima

Tim gabungan Disperindag Kota Bima dan BPOM melaksanakan sidak peredaran barang kedaluwarsa di warung dan toko, Rabu, 14 Oktober 2020. (Suara NTB/Uki)

Kota Bima (Suara NTB) – Barang-barang kedaluwarsa ternyata masih banyak dijual di wilayah Kota Bima. Hal itu berdasarkan temuan Tim gabungan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Bima dan BPOM yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Rabu, 14 Oktober 2020.

Barang-barang kedaluwarsa yang ditemukan di sejumlah toko dan warung di wilayah timur dan barat Kota Bima tersebut antara lain seperti minuman ringan kemasan, bumbu dapur, pembalut dan makanan ringan.

Iklan

Kepala Diskoperindag Kota Bima, Abdul Haris S.Sos, mengakui masih adanya toko dan warung di Kota Bima yang masih menjual barang-barang kedaluwarsa. Kata dia, warung dan toko yang menjual barang kedaluwarsa tersebut diberikan peringatan.

“Hasil sidak kita tadi memang masih ada. Kita juga sudah mintai tandatangan pemilik toko dan warung untuk memeriksa barang-barang sebelum dijual,” katanya.

Lebih lanjut Abdul Haris mengaku dasar pihaknya juga melakukan sidak bersama BPOM karena ada indikasi barang-barang yang dijual di toko dan warung seperti snack, minunan ringan hingga bumbu dapur banyak yang kedaluwarsa.

“Sidak rutin kita lakukan, mengawasi barang yang dijual sekalian juga mengawasi harga-harga sembako,” ujarnya.

Menurut dia, sidak yang dilakukan tersebut untuk memberikan perlindungan terhadap konsumen. Sebab jika barang kedaluwarsa beredar kemudian dibeli dan dikonsumsi masyarakat, dampaknya akan menggangu kesehatan.

“Kani memastikan agar semua toko dan warung di wilayah Kota Bima menjual barang yang layak dikonsumsi,” katanya.

Tidak hanya itu, Abdul Haris menambahkan sebelum barang yang beredar dan dijual di pasar, pihak distributor diwajibkan meminta surat izin dari Dinas Koperindag dan BPOM. Jika tidak barang yang dijual tersebut dianggap tidak boleh dijual. (uki)