Barang Bawaan Pendaki ke Bukit Sembalun Diperiksa

Petugas pengelola Bukit Pergasingan, Sembalun melakukan pemeriksaan dan penyitaan terhadap barang bawaan pendaki, Sabtu, 8 Agustus 2020.(Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Pengelola destinasi wisata di Kecamatan Sembalun Lombok Timur (Lotim) memperketat pengawasan pendakian ke sejumlah bukit di wilayah tersebut. Upaya ini dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal negatif oleh wisatawan saat melakukan pendakian. Salah satunya berupa pemeriksaan dan memperketat barang bawaan pendaki.

Ketua Pokdarwis Lotim, Royal Sembahulun, Sabtu, 8 Agustus 2020, mengaku, kasus video joget atau dugem pendaki di Bukit Kondo Savana Propok menjadi suatu pembelajaran bagi pelaku dan pengelola pariwisata di daerah ini, khususnya di Sembalun. Kejadian serupa jangan sampai terulang kembali, sehingga kesan negatif untuk dunia pariwisata terhindarkan.

Iklan

Hal ini, ujarnya, untuk mengembalikan marwah dunia pariwisata yang seyogyanya untuk mencari ketenangan, menikmati alam bahkan bersahabat dengan alam. Apalagi Sembalun merupakan kawasan destinasi halal. “Kita lakukan tindakan tegas supaya jangan sampai citra pariwisata kita di Sembalun tercoreng oleh tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab,” terangnya,

Adapun dalam razia barang bawaan pendaki di Bukit Pergasingan dan Bukit Anak Dara Sembalun, petugas berhasil menyita sejumlah barang dari pendaki yang dinilai dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di atas bukit. Di antaranya berupa salon, music box dan parang. Bahkan didapatkan adanya pendaki membawa beberapa minuman keras.

 “Untuk parang dan alat musik tersebut kita sita dan akan dikembalikan saat mereka turun. Sedangkan untuk minuman keras kita musnahkan langsung,”terangnya.

Kendati demikian, lanjut Royal, pihaknya tetap mengizinkan para pendaki untuk melakukan pendakian terhadap bukit yang sudah direncanakannya. Kebijakan ini diberikan karena para pendaki tersebut mau mengikuti aturan yang diterapkan pengelola serta menerapkan protokol kesehatan terutama memakai masker.

Dalam razia yang dilakukan pada hari pertama tersebut, disebutkan jumlah pendaki ke Bukit Pergasingan sebanyak 240 orang dengan asal pengunjung dari berbagai daerah yang tersebar di Pulau Lombok. Rata-rata, pengunjung hanya menginap satu malam. “Kita juga ingatkan supaya pendaki membawa turun sampahnya dan itu sudah mulai diterapkan,”pungkasnya. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here