Bappenda Siapkan Layanan Khusus Selama Penyebaran Corona

Dr.Ir. H. Iswandi, M.Si. (Suara NTB/dok)

Merebaknya virus Corona (Covid-19), mempengaruhi realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) NTB untuk awal 2020. Padahal, hasil yang cukup baik telah terlihat untuk realisasi 2019. Dimana PAD NTB mencapai target hingga 106,01 persen.

‘’Biasanya kita dapat Rp4 miliar per hari, sekarang ini sudah sekitar Rp2,5 miliar (per hari). Jadi ada penurunan yang cukup signifikan karena (virus) Corona ini,’’ ujar Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) NTB, Dr.Ir. H. Iswandi, M.Si saat dikonfirmasi, Selasa, 31 Maret 2020 di Mataram.

Diterangkan Iswandi, penurunan terutama terjadi karena menurunnya penarikan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) untuk kendaran baru. ‘’Turun dari pembelian kendaraan baru. (Penarikan pajak) yang lain ada turun, tapi tidak terlalu besar. Utamanya (penurunan) dari pembelian kendaraan itu,’’ ujarnya.

Selain itu, penurunan juga terjadi untuk proses daftar ulang yang persentasenya melambat karena Covid-19. Diterangkan Iswandi, hal ini disebabkan pembatasan sosial yang dilakukan masyarakat untuk menghindari virus berbahaya tesebut.

Untuk mempertahankan potensi PAD NTB, Bappenda NTB memberikan beberapa layanan khusus selama proses penanganan Covid-19 berlangsung. Diantaranya layanan samsat delivery, dimana masyarakat dapat melakukan pembayaran pajak dengan sistem non-tunai.

Selain itu, pembebasan denda pajak juga diberikan kepada penunggak, terhitung 1 April sampai dengan 31 Mei mendatang. ‘’Jadi kita berikan pembebasan (denda). Sehingga walaupun mereka melaksanakan pembatasan sosial, (tapi) tetap mau membayar pajak,’’ ujar Iswandi.

Terkait pemenuhan target PAD 2020, Iswandi menyebut pihaknya belum dapat memproyeksikan lebih jauh. Terlebih mengikuti penyebaran Covid-19 yang sampai saat ini belum pasti kapan akan berakhir. “Kita berdoa supaya cepat selesai, sehingga target-target PAD kita masih bisa pulih,” harapnya.

Sebagai informasi, untuk periode 2019 realisasi PAD di NTB mencapai 106,01 persen atau terlampaui sebesar Rp102,75 miliar dari target sebesar Rp1,7 triliun. Sementara itu, untuk memenuhi target RAPBD 2020 sebesar Rp5,67 triliun, PAD tahun ini digenjot untuk memenuhi target sebesar Rp1,8 triliun, atau meningkat sebesar 7,79 persen dari target 2019. (bay)