Bappenda Dompu Mulai Berlakukan Pajak Hotel dan Restoran

Mustakim. (Suara NTB/jun)

Dompu (Suara NTB) – Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Dompu, mulai memberlakukan kembali pajak hotel dan restoran. Selain karena telah diterapkan kenormalan baru, dalam Surat Keputusan (SK) Bupati penangguhan hanya berlangsung tiga bulan. Pun demikian terhadap objek lain yang menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) selama ini.

Sekretaris Bappenda Kabupaten Dompu, Mustakim kepada wartawan di kantornya menjelaskan, setelah diresmikannya penerapan kenormalan baru oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB beberapa waktu lalu, pihak lantas memutuskan untuk menarik kembali pajak hotel dan restoran. “Kemarin hanya tiga bulan kita tangguhkan, sekarang kembali normal seperti biasa karena hotel dan restoran sudah mulai beroperasi,” ungkapnya.

Iklan

Sebagai sumber pendapatan asli daerah terbesar di wilayah ini, penangguhan pajak yang diberlakukan itu membuat pendapatan berkurang. Bahkan potensial menghambat pencapaian target PAD tahun ini. Kendati demikian, menginggat Covid-19 itu berimbas pada semua sektor pihaknya tak bisa memaksa. Apalagi selama pandemi Covid-19 sebagian besar hotel dan restoran tutup total.

Untuk dua objek tersebut, lanjut dia, Bappenda hanya menarik 10 persen dari penghasilan pengelola tiap bulannya. “Penangguhan tidak kita hitung lagi, karena tamu hotel juga kan ndak ada selama tiga bulan kemarin. Untuk banyar listrik saja mereka ndak mampu,” ujarnya.

Selain hotel dan restoran, objek pendapatan lain juga telah diaktifkan kembali. Seperti misalnya retribusi dari pedagang di pasar induk, parkir kendaraan maupun PKL di trotoar jalan.

Sementara disinggung terkait Rumah Dinas (Rumdis) yang masih menunggak pajak atau melakukan pelanggaran dengan menyewakan aset daerah itu, Mustakim tak mengetahui secara pasti. Karena itu jadi kewenangan bidang teknis yang menangani. “Cuma sekarang dia keluar jadi belum bisa saya sampaikan lebih jauh,” pungkasnya. (jun)