Bappenda Berjuang Tingkatkan PAD di Tengah Pandemi

Suasana Rapat TAPD yang dihadiri Sekda NTB, H.L.Gita Ariadi, Kepala Bappenda NTB, H.Iswandi dan anggota TAPD yang berlangsung di Aula Bappenda NTB, Kamis, 22 Oktober 2020. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Tahun 2021 akan menjadi tahun penuh tantangan bagi pembangunan NTB. Badai resesi akibat Covid- 19 masih akan membayangi. Pendapatan daerah diperkirakan menurun. Belanja tiap OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dikurangi. Namun semua tantangan tersebut jangan sampai membuat kita merasa lemah. Tantangan itu justru untuk memacu kemampuan terbaik  menghadapi masalah.

Semangat itu mengemuka dalam Rapat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang berlangsung di Aula Bappenda NTB pada Kamis, 22 Oktober 2020. TAPD merupakan tim yang bertugas menyiapkan dan melaksanakan kebijakan Kepala Daerah dalam rangka menyusun APBD.

Iklan

Hadir dalam rapat tersebut Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, Asisten III Bidang Administrasi dan Umum, Drs. H. Lalu Syafi’i, Kepala Bappenda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si, Kepala Bappeda NTB, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M.Si, Kepala BPKAD, Drs. Samsul Rizal, M.M., serta anggota TAPD lainnya.

Dalam rapat tersebut Kepala Bappenda NTB, Dr.Ir.H.Iswandi, M.Si., menyatakan perlunya konsistensi dalam mengawal pembentukan sumber-sumber baru pendapatan asli daerah didukung oleh upaya optimalisasi.

”Yang paling mungkin dilakukan adalah mengoptimalkan aset daerah dan potensi pendapatan seperti kehutanan dan pertanian,” ujarnya.

Semangat yang memancar pada tim Bappenda NTB dalam menggali sumber-sumber PAD di tengah pandemi Covid-19 ini,  diperkuat oleh semangat Sekda NTB yang menegaskan kepada seluruh pihak untuk terus berjuang dan tidak menyerah. ”Walau bagaimana pun, situasi pasti ada jalan keluarnya,” ujarnya.

Rapat TAPD kemudian  menghasilkan beberapa klausul tindakan. Salah satu tindakan yang paling utama adalah upaya meningkatkan PAD lewat penyisiran kembali aset-aset daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Diharapkan melalui upaya ini, PAD NTB tahun 2021 dapat meningkat dan mampu membiayai laju pembangunan NTB.

Target Tercapai

Sementara itu, ada kabar gembira terungkap dalam Rapat Evaluasi PKB dan BBNKB yang diadakan Bappenda NTB di Aula Bappenda Jumat, 23 Oktober 2020. Tercatat target Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) triwulan III 2020 telah tercapai dengan nilai sekitar Rp315 miliar. Kendati demikian, tercapainya target ini tidak membuat Bappenda NTB berhenti berinovasi.

Dalam rapat tersebut, Kepala Bappenda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si., menyatakan kerja belum selesai. ”Yang baik harus terus kita tingkatkan dan yang kurang segera diperbaiki,” katanya mengingatkan.

Bappenda NTB masih memiliki tugas untuk mencapai target pajak kendaraan bermotor triwulan IV. Terlebih, perlambatan ekonomi akibat Covid-19 masih membayangi.

Dalam rapat evaluasi  yang dihadiri oleh seluruh Kepala UPT (Unit Pelayanan Teknis), Kepala Bappenda  berpesan pada semua pihak untuk terus meningkatkan kinerja. “Saya mohon betul kepada Kepala-kepala UPT untuk dapat bekerja sebaik-baiknya. Untuk dapat merealisasikan target,” katanya mengingatkan.

Perlu diketahui, Bappenda NTB merupakan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang memiliki tugas mengumpulkan dan mengelola pendapatan daerah. Untuk memaksimalkan tugasnya Bappenda NTB terus berinovasi menciptakan bentuk pelayanan terbaik. Dua program unggulan yang dimiliki adalah E-samsat dan Samsat Delivery.

E-samsat merupakan pelayanan samsat online yang memudahkan masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor lewat handphone, ATM bahkan bisa juga lewat aplikasi populer whatsapp. Sedangkan Samsat Delivery memberikan aplikasi pelayanan khusus jemput bola. Melalui program ini, masyarakat bisa membayar pajak kendaraan bermotor tanpa harus keluar rumah. (*)