Bappenas Pastikan Tiga Proyek Utama di NTB Dapat Dukungan APBN 2022

Amry Rakhman (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) -Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)/Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN) memastikan tiga proyek utama di NTB mendapat dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022. Ketiga proyek utama atau major project tersebut adalah lanjutan pembangunan Rumah Sakit Internasional Mandalika, Science Technology and Industrial Park (STIP) serta rehabilitas hutan dan lahan kritis.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bappeda NTB, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M. Si., dikonfirmasi usai mendampingi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., dalam acara Rapat Koordinasi Gubernur dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas secara virtual, di ruang kerja Gubernur, Selasa, 23 Februari 2021. Amry menjelaskan, rakor Kepala Bappenas/Menteri PPN dengan sejumlah Gubernur tersebut dalam rangka penentuan major project tahun 2022.

Iklan

Amry menjelaskan, untuk lanjutan atau penyempurnaan RS Internasional Mandalika masih membutuhkan anggaran sekitar seratusan miliar. Saat ini, bangunan utama RS Internasional Mandalika yang dihajatkan untuk mendukung keberadaan KEK Mandalika yang akan menjadi tuan rumah MotoGP 2021, sudah terbangun.
Namun, kata Amry, masih dibutuhkan anggaran seratusan miliar lagi supaya rumah sakit tersebut layak menjadi rumah sakit internasional. Karena sampai saat ini itu belum tuntas. Finishing, peralatan, bangunan pendukung, rumah dokter termasuk taman masih perlu diselesaikan. Sehingga akan mendapatkan dukungan anggaran dari pusat tahun 2022, ucapnya.

Tahun 2022, pembangunan sarana dan prasarana RS Internasional Mandalika ditargetkan sudah tuntas. Sehingga 2022, rumah sakit itu tuntas semua dan layak sebagai rumah sakit internasional dalam rangka mendukung KEK Mandalika pada tahun-tahun berikutnya, katanya.
Amry mengatakan, akan segera memanggil Dinas Kesehatan untuk mendetailkan lagi kebutuhan anggaran untuk menuntaskan pembangunan RS Internasional Mandalika. Selanjutnya, akan dimasukkan dalam usulan Musrenbang Nasional.
Proyek utama yang kedua, kata Amry adalah pembangunan STIP NTB di Banyumulek Lombok Barat. Saat ini sudah terbangun bangunan induk dan perkantoran. Namun, untuk bangunan sebagai tempat inkubasi bisnis masih belum terbangun.
Kita masih butuh tambahan itu dan bangunan pendukung lainnya. Termasuk peralatan, mesin yang dibutuhkan. Terutama mesin-mesin induk atau mother machine. Mesin untuk membuat mesin, terangnya.

Termasuk peningkatan kapasitas Industri Kecil Menengah (IKM) menjadi bagian dari program pengembangan STIP NTB yang akan mendapatkan dukungan anggaran dari Pemerintah Pusat tahun 2022. Baik itu infrastruktur maupun kelembagaan dan personalianya. Pelaku-pelaku IKM mendapatkan prioritas, ujarnya.

Sedangkan ketiga, kata Amry, Bappenas mendukung upaya rehabilitasi hutan dan lahan yang gundul untuk mewujudkan program NTB Hijau. Ia mengatakan, dengan luas hutan NTB yang mencapai satu juta hektare lebih, kawasan hutan yang kritis sekitar 20 persen. Dan hampir 100 hektare kondisinya benar-benar gundul. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional