Bapak-Anak Tersangka Kekerasan Seksual Inses

Kadek Adi Budi Astawa. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Bapak pelaku pemerkosaan terhadap putri kandungnya, MA alias M (56) ditetapkan sebagai tersangka. Demikian juga kakak kandung korban, AA alias A (21) ikut mendekam di penjara. Mereka disangka melakukan kekerasan seksual terhadap MAA berumur 16 tahun. “Sudah tersangka. Kita terapkan pakai pasal KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) dan UU Perlindungan Anak,” ungkap Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa Kamis, 6 Mei 2021.

Ancaman pidananya seperti tertuang pada pasal 46 juncto pasal 8 huruf a UU RI  No23/2004 tentang Penghapusan KDRT, yakni penjara paling lama 12 tahun dan denda maksimal Rp36 juta. Serta pasal Pasal 82 Perppu No 1/2016 juncto Pasal 76E UU RI No35/2014 tentang Perlindungan Anak. Pidananya paling lama 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp5 miliar. Ancaman pidananya ditambah 1/3 dalam hal pelakunya ayah dan kakak kandung korban.

Iklan

Tersangka M dan A diduga bergiliran bersetubuh dengan MAA (16). M merupakan ayah kandung korban menyetubuhi korban sebanyak lima kali. Dilakukan dalam rentang waktu April lalu. Modusnya dengan mengajak korban tidur-tiduran. Kemudian korban diajak bersetubuh. “Korban kemudian diancam untuk tidak memberitahukan kepada siapapun,” terangnya.

Ancaman itu membuat korban tidak berdaya ketika sang ayah mengulangi lagi perbuatannya. Kali lain di sebuah kios pasar di Duman, Lingsar, Lombok Barat. Peristiwa pada Minggu, 18 April 2021 di los pasar itu yang akhirnya membuat kelakuan M ketahuan. Dari kejadian itu kemudian terungkap lagi. Bahwa kakak kandung korban juga ikut-ikutan menodai adiknya. Kejadiannya pada bulan Februari. Dari pengakuan A, perlakuan cabulnya hanya satu kali di dalam rumah. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional