Banyak Warga Mataram Tak Percaya dengan Vaksin

RSUD Kota Mataram membangun tenda khusus bagi warga yang ingin mendapatkan vaksin secara gratis. Cakupan vaksinasi lansia rendah. Salah satu pemicunya adalah ketidakpercyaan masyarakat. Masyarakat diminta tidak mendengar informasi tidak jelas. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Cakupan vaksinasi lansia di Kota Mataram rendah. Salah satu pemicunya adalah ketidakpercayaan masyarakat terhadap vaksin. Pelibatan struktur pemerintah paling bawah sangat penting untuk mengedukasi masyarakat.

Wakil Walikota Mataram, TGH. Mujiburrahman menegaskan, masyarakat perlu memilih dan memilah pendapat yang patut dipercayai mengenai manfaat dari vaksin coronavirus disease atau Covid-19. Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa halal vaksinasi Covid-19. Jaminan kehalalan itu sehingga tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya sudah banyak divaksinasi. “Saya saja suda dua kali vaksinasi,” kata Mujib dikonfirmasi akhir pekan kemarin.

Iklan

Ketidakpercayaan masyarakat justru menghambat program yang dicanangkan oleh pemerintah. Karena itu, masyarakat ingatkan tidak mudah percaya informasi tidak jelas yang beredar. Mujib mengatakan, sebelum ada vaksin masyarakat mengeluhkan adanya vaksin sebagai anti body. Setelah diikhtiarkan malah berkembang pendapat berbeda. “Vaksin ini ikhtiar terbaik mengatasi pandemi Covid-19,” ujarnya.

Menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap vaksinasi perlu edukasi. Edukasi mengajak seluruh lapisan masyarakat mulai dari struktur pemerintahan paling bawah yakni ketua RT. Ketua RT sambung Mujib, adalah ujung tombak berhasilnya program pemerintah.

Data cakupan vaksin lansia 1 Mei 2021, untuk dosis I baru mencapai 40,3 persen atau sekitar 10.492 orang. Sedangkan, dosis II mencapai 28,2 persen atau 7.327 orang. Sementara, target cakupan vaksinasi lansia di Mataram mencapai 26 ribu jiwa lebih.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram,dr.H.Usman Hadi mengakui,vaksinasi lansia cukup sulit. Banyak faktor yang memicu hal tersebut. Pihaknya bersama TNI – Polri,kecamatan dan kelurahan terus berupaya memberikan pelayanan vaksin kepada masyarakat. Salah satu caranya adalah pelayanan vaksin dilakukan tiga kali mulai pagi,siang dan malam. “Kita tiga kali sehari. Malamnya tergantung dimana lokasi yang disepakati,”kata Usman.

Usman menyebutkan, data terbaru cakupan vaksinasi lansia mencapai 42 persen. Pelayanan vaksin pada malam hari cukup signifikan menambahkan sasaran. Rata – rata lansia divaksin 40 – 100 orang. Ditegaskan,rendahnya cakupan itu bukan berarti ketatnya persyaratan vaksin bagi lansia. Bahkan, surat edaran Dirjen Kementerian Kesehatan menganjurkan proses screaning cukup dua meja saja. Adapun tidak lolos screaning karena gula darah tidak terkontrol atau hypertensi. “Kalau ada yang tidak lolos wajar karena gula darah tidak terkontrol,” kata Usman. Dia memastikan bahwa stok vaksin lansia aman. Stok vaksin tersedia 10 ribu viar lebih. Adapun target 26 ribu diklaim diklaim tidak terlalu tinggi. Tetapi ini berdasarkan jatah vaksin yang diberikan oleh pemerintah pusat. “Awalnya 12 ribu kemudian tambah lagi hampir 15 ribu. Ternyata itu tergantung jatah vaksin dari pusat,” ujarnya. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional