Banyak Titik Panas, Masyarakat Sumbawa Diminta Waspadai Potensi Kebakaran

0
Samrianto. (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Titik panas (hotspot) banyak tersebar di sejumlah wilayah di Sumbawa. Potensi kebakaran pun tinggi, sehingga masyarakat diminta untuk waspada. Begitu pula dengan kekeringan, sehingga mesti ada penghematan pemakaian air.

Demikian disampaikan Kepala BMKG Wilayah Sumbawa, Samrianto, ketika dihubungi Suara NTB, Senin, 7 Juni 2021. Titik panas diartikan, suatu area dimana suhunya terpantau lebih tinggi dibandingkan suhu pada kawasan sekitarnya. Data titik panas per hari ini (kemarin,red) berada di kecamatan Labangka dan Lunyuk. Dengan tingkat kepercayaan  8 (sedang). Secara umum, angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5-20 Km per jam.

IKLAN

Secara umum, titik hotspot menyebar di beberapa wilayah di Sumbawa. Paling banyak 20 titik di kecamatan Utan, 10 titik di kecamatan Lunyuk, 6 titik do kecamatan Pelampang, 3 titik di Moyo Utara, 5 titik di Tarano dan 2 titik di Maronge. Serta masing masing satu titik di kecamatan Alas Barat, Labangka, Labuan Badas, Lape, Lopok, Maronge, Moyo Hilir.

Menurut Sam, titik panas meningkatkan potensi terjadinya kebakaran dan kekeringan. Untuk itu masyarakat dihimbau tetap waspada. “Hati hati bakar sampah. Pemakaian air juga harus hemat sesuai kebutuhan,” katanya mengingatkan.

Suhu dalam beberapa hari terakhir berkisar antara 33 derajat sampai 34 derajat celcius. Dengan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang. (arn)