Banyak Sumur di Mataram Mengandung Bakteri

Mataram (Suara NTB) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram mengakui bahwa aliran air sungai di Kota Mataram banyak mengandung bakteri E.coli. Bukan hanya air sungai, bahkan air sumur pun saat ini sudah banyak yang mengandung E.coli.

Hal ini disebabkan karena Kota Mataram merupakan daerah hilir yang menjadi muara air dari berbagai tempat. Sementara pada sumur-sumur di Kota Mataram juga terindikasi mengandung E.coli disebabkan dekatnya sumur dengan septic tank (penampung kotoran). Apalagi dengan semakin padatnya perumahan di Kota Mataram.

Iklan

“Dinas LH rutin lakukan pemantauan untuk kualitas air, cuma untuk kualitas air kita secara umum kalau dikaji dari kandungan E.coli sangat jauh dari ambang batas. Kita tidak menampik, bahwa E.coli juga kita temukan di sumur,” kata Kepala DLH Kota mataram, Irwan Rahadi.

Ia mengatakan bahwa pihaknya secara rutin melakukan pemeriksaan kandungan air satu kali dalam dua minggu. Pihaknya melakukan pemeriksaan di sungai hingga sumur-sumur warga. Menurutnya, sumur – sumur kini sudah kurang aman. Karena banyak sumur yang lokasinya berdekatan dengan tempat pembuangan kotoran warga.

“Kondisinya cukup memprihatinkan. Itu banyak faktor. Salah satunya posisi Mataram ini ada di daerah hilir. Jadi muara akhir limbah, kotoran manusia dan kotoran hewan itu menjadi penyebab. Kita rutin lakukan pengujian kualitas air. Kita jadwalkan dua minggu sekali,” ujarnya.

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup setiap dua pekan ini, ia memastikan banyak air sumur di perumahan di Kota Mataram yang mengandung bakteri yang dapat menyebabkan diare itu.

Beberapa solusi yang ditawarkan, di antaranya agar warga menggunakan air PDAM atau menggunakan sumur bor. Menurutnya, dua sumber air ini masih aman dari bakteri E.Coli.

“Berhubung kualitas air sumur kita kurang bagus dan banyak tercemar E.Coli, kami merekomendasikan agar warga menggunakan air PDAM atau menggunakan sumur bor saja. Ini masih aman dan sejauh ini tidak mengandung bakteri E.coli,” ujarnya. (lin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here