Banyak SMP/MTs Tak Siap Ikuti UNBK

Mataram (suarantb.com) – Jumlah sekolah khususnya tingkat SMP/MTs di NTB yang belum siap melaksanakan UNBK masih banyak.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, H. Sukran menyebutkan dari total 82.847 pelajar SMP/MTs, hanya 21.765 yang akan mengikuti UNBK.

“Untuk pelajar SMP/MTs di NTB sampai hari ini yang sudah siap mengikuti UNBK ada 166 sekolah dari total 1.743 sekolah yang ada. Jadi dari total 82.847 siswa SMP/MTs, baru 21.765 yang siap mengikuti UNBK. Tapi data ini belum fix, masih bisa ada perubahan,” jelasnya, Senin, 20 Februari 2017.

Iklan

Dengan demikian, jika tidak terjadi perubahan, maka 1.577 SMP/MTs atau 61.082 siswa di NTB berpotensi kembali mengikuti Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP). Namun jika fasilitas di SMP/MTs tak memadai, bisa melaksanakan UNBK di SMA/MA atau SMK terdekat yang memiliki fasilitas lengkap. Sebab, jadwal pelaksanaan UNBK SMP dan SMA tidak bersamaan.

“Sebenarnya jika memang diharuskan UNBK, kita konsepnya radius 5 kilometer dari sekolah itu harus ada pusat UNBK. Itu kalau semuanya harus UNBK. Tapi sekarang kan aturannya tidak harus UNBK, jadi masih ada yang bisa UNKP. Tapi tingkat kesulitan soalnya tetap sama,” jelasnya.

Sementara untuk SMK, dari total 264 sekolah, 201 sekolah telah siap mengikuti UNBK. Jumlah SMA/MA yang akan mengikuti UNBK lebih sedikit, hanya 267 sekolah dari total 798 sekolah.

“Tapi karena ikut UNBK itu sekolah negeri yang jumlah siswanya banyak, jadi siswa SMA/MA yang akan ikut UNBK ada 31.014. Kalau SMK cuma 16.449 siswa, walaupun sekolahnya banyak,” imbuhnya.
Pelajar SMA/MA dan SMK telah melakukan simulasi UNBK. Mereka belajar mengerjakan soal ujian layaknya pelaksanaan UNBK yang sebenarnya.

“Beberapa hari sebelum ujian juga ada gladi bersih. Untuk melihat kesiapan infrastruktur yang ada di sekolah,” tambahnya. “Tahun depan kita harapkan bisa semua sekolah ikut UNBK. Salah satu caranya itu ya laboratorium multimedianya kita lengkapi biar bisa digunakan. Tahun ini juga sudah kita siapkan servernya,” lanjutnya.

Menurut Sukran, penerapan UNBK mempunyai banyak dampak positif. Kebocoran soal bisa dicegah sekaligus mengurangi kesempatan siswa menyontek. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here