Banyak Sekolah Tidak Miliki Pustakawan dan Laboran

Mohammad Mustari (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Banyak sekolah di NTB tidak memiliki pustakawan dan laboran. Dibutuhkan kerja sama antara sekolah, Dinas Pendidikan, dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) untuk melengkapi pustakawan dan laboran tersebut.

Menurut Kepala LPMP NTB, Mohammad Mustari, MM., MA. Ph.D., keberadaan pustakawan dan laboran menjadi salah satu penilaian rapor mutu untuk tenaga kependidikan.

Iklan

“Banyak sekolah yang tidak memiliki pustakawan. Juga laboran, hampir semua sekolah tidak memiliki laboran. Ada laboran, tapi bukan laboran yang memiliki kompetensi laboran,” ujar Mustari.

Oleh karena itu pihaknya merencanakan kerja sama dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) terkait pembinaan pustakawan di sekolah. Pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pendidikan di daerah.  “Kami akan memfasilitasi permohonan sekolah lewat dinas pendidikan untuk melatih pustakawan,” kata Mustari.

Selain itu, Mustari mengatakan, hampir semua sekolah tidak memiliki laboran, terutama laboran yang memiliki kompetensi sebagai laboran. Untuk laboran, pihaknya bersedia memfasilitasi dinas pendidikan untuk pelatihan laboran dengan bekerja sama dengan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK).

Nantinya, pihak sekolah mengusulkan ke Dinas Pendidikan, dan pihaknya di LPMP NTB akan memfasilitasi dengan menghubungkan ke P4TK. “Kami ada namanya kemitraan, di mana nanti sekolah meminta ke dinas pendidikan, nanti kami fasilitasi menghubungkan ke P4TK. Ini sebetulnya tanggung jawabnya ada Dinas Pendidikan provinsi dan kabupaten/kota, kami akan fasilitasi dengan adanya kerja sama dan kemitraan,” jelasnya.

Selama ini, kata Mustari, pihaknya sudah rutin bekerja sama dengan dinas pendidikan untuk pelatihan guru dan pengawas. Termasuk juga untuk tenaga pustakawan, laboran, atau tenaga administrasi.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Jaka Wahyana, S.Pd., pada Rabu, 13 Agustus 2020 mengakui tenaga pustakawan dan laboran di sekolah masih sangat kurang. Pihaknya dari Dikbud NTB mengajukan kebutuhan pegawai, yang berwenang adalah BKD. “Hanya saja jumlah riilnya (kekurangan) belum kami hitung,” katanya. (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here