Banyak Sekolah Rusak Belum Tertangani di Sumbawa

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Nilai Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan untuk 2017 mendatang sedikit berkurang dari tahun sebelumnya. Sementara dari 368 SD di Sumbawa, sekitar 80 persen butuh direhab. Artinya, baru sekitar 10 persen yang bisa ditangani melalui DAK.

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sumbawa, Drs. Syahabuddin  kepada Suara NTB, Selasa, 20 Desember 2016 menyebutkan DAK 2017 untuk bidang pendidikan sebesar Rp 7,083 miliar. Diperuntukkan untuk rehab ruang belajar, ruang guru atau jamban 40 SD dengan tingkat kerusakan sedang atau berat. Kemudian pembangunan ruang kelas baru plus prabot pada lima SD. Serta koleksi perpustakaan 32 SD. Yang menyebar pada hampir semua kecamatan di Sumbawa. “Sekolah mana yang direhab tergantung tingkat kerusakannya,” terangnya.

Iklan

Penunjukkan sekolah yang mendapatkan bantuan rehab atau ruang kelas dari DAK, ditunjuk langsung Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berdasarkan data Dapodik. Tim survei yang ditunjuk Kemendikbud yakni, SMKN Lopok, SMKN 2 Sumbawa dan SMKN Buer.

Untuk DAK SMP 2017 sebesar Rp 400 juta untuk rehab. Namun ada dana lain yang bisa dimanfaatkan yakni Bansos yang ditentukan Kemendikbud. Tergantung tingkat kerusakan yang ditentukan pusat. Dalam hal ini, Kementerian telah menunjuk Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Mataram untuk melakukan survei.

Nilai DAK 2017 ini lebih sedikit dibandingkan DAK 2016 sebesar Rp. 7,2 Miliar. Terdiri dari DAK mutu Rp 2,6 miliar dan DAK fisik Rp 4,6 miliar. Dengan kondisi ini masuh cukup banyak sekolah khususnya SD di Sumbawa yang rusak belum tertangani. Dari 80 persen sekolah yang rusak, DAK hanya mampu menangani sekitar 10 persen. Sementara dana APBD Sumbawa juga terbatas. Mengingat usia bangunan sekolah di Sumbawa udah cukup tua, bahkan ada bangunan yang belum direhab sekalipun sejak dibangun zaman SD Inpres silam.

Syahabuddin mencontohkan salah satu sekolah yang rusak yakni SDN Gelampar Alas serta di beberapa wilayah pesisir, seperti SDN Labuan Kuris yang atapnya dan plafonnya sudah jebol.  Begitu pula dengan rumah dinas guru masih banyak yang belum terbangun. Pada 2017 mendatang, pihaknya lebih memprioritaskan rumah dinas guru pada sekolah terpencil. Seperti SDN Maci Kecamatan Tarano karena sebagian gurunya berada dari daerah lain. (arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here