Banyak Pasar Kaget, Ali BD Heran

Selong (Suara NTB) – Banyaknya pasar-pasar kaget yang bermunculan di Lombok Timur (Lotim) membuat Bupati H. Moch. Ali Bin Dachlan heran. Kemunculan pasar-pasar kaget di desa-desa itu perlu dikaji secara mendalam. Bupati menyebut aktivitas pasar yang menggunakan jalan-jalan raya yang jelas sangat mengganggu aktivitas lalu lintas.

Bupati menyebut, aktivitas pasar kaget itu membuat para pengguna jalan banyak yang menggerutu. Untuk itu, pada camat dan kepala desa diharapkan bisa menyikapi hal itu, sehingga tidak merugikan para pengguna jalan. ‘’Jika ada tanah pecatu di desa-desa, pasar-pasar kaget diharapkan bisa dialihkan ke tanah pecatu itu,’’ ujarnya, Senin, 6 Maret 2017 saat peresmian sejumlah pasar di Lotim.

Iklan

Menanggapi hal ini, Kepala Badan Pendapatan Daerah Lotim Salmun Rahman, selaku pengelola pasar mengaku menyayangkan aktivitas pasar kaget. Semestinya, pasar-pasar yang sudah dibangun bisa digunakan para pedagang daripada harus menggelar jualan di jalan.

Untuk itu, mantan Kepala Satpol PP ini memerintahkan seluruh kepala pasar mendata pasar-pasar kaget yang ada di dekat gedung pasar dan mengajak pedagang untuk berjualan di dalam pasar.

Salmun mencontohkan, di Sakra, terjadi pasar kaget di Perempatan Sakra tiap sore hari. Sementara gedung Pasar Sakra bisa digunakan. Setelah bangunan gedung rampung dibangun, diminta semua pedagang bisa mengisi los-los pasar. Pihaknya memberikan jaminan keamanan dan ketentraman pedagang.

Dalam hal ini, keberadaan pasar-pasar kaget itu memang perlu ditertibkan. Selama ini, aktivitas pedagang di pasar pagi sampai siang. Sorenya kadang sepi dan bisa dimanfaatkan oleh pedagang lainnya.

Kemunculan pasar-pasar kaget itu bisa membuat Badan Pendapatan Daerah merugi, karena akan mengurangi pendapatan. Harapannya, pedagang-pedagang di pasar kaget itu bisa menggunakan pasar yang sudah ada, sehingga tidak mengganggu ketertiban umum. (rus)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional