Banyak Nelayan Jadi Korban, Basarnas Ingatkan Potensi Kecelakaan Pelayaran

Nanang Sigit (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah kecelakaan pelayaran terjadi di NTB selama 2018 hingga 2019. Korban didominasi nelayan dan sebagian dialami kapal.  Basarnas Mataram mengingatkan  masyarakat dan pemerintah untuk waspada cuaca ekstrem yang membahayakan aktivitas transportasi laut dan udara.

Dalam catatan Basarnas Mataram, selama tahun 2018 terjadi 14 kecelakaan pelayaran, dengan ratusan korban jiwa. Jumlah korban selamat 291 orang dan yang dinyatakan meninggal empat orang. Sementara sembilan korban lainnya masih hilang.

Iklan

Sementara tahun 2019, kejadian meningkat mencapai 19 kasus kecelakaan pelayaran. Korban juga mencapai ratusan orang, dengan rincian korban selamat 143 orang dan dinyatakan meninggal 2 orang. Sementara yang masih hilang Sembilan orang.  Awal tahun 2020, jumlah kejadian dua kasus kecelakaan pelayaran, satu meninggal dan satu korban masih dicari.

Menurut Kepala Basarnas Mataram, Nanang Sigit PH.,SIP.,MM, kasus kecelakaan pelayaran terjadi setiap tahun dan harus jadi atensi semua pihak. Terutama masyarakat yang menggunakan jasa penerbangan dan kapal penumpang, termasuk nelayan. Disarankan agar tetap berkoordinasi dengan BMKG untuk terus memantau perkembangan cuaca agar hati-hati dan waspada sebelum memutuskan bepergian.

“Memang ini bukan tupoksi kami, tapi kami memberi masukan agar semua pihak waspada,” kata Nanang Sigit.

Tugas dan fungsinya sesuai SOP adalah melakukan pencarian, pertolongan hingga evakuasi ketika ada kejadian kecelakaan pelayaran. Kewajiban pihaknya turun ke lapangan melakukan pencarian dan pertolongan dengan peralatan dan personil yang dimiliki.

Tapi dalam beberapa kesempatan pihaknya sesekali melakukan upaya persuasif, memberitahukan Pemda dan masyarakat spot spot berbahaya di laut dan pantai. Sementara tindak lanjut, seperti pemasangan  papan peringatan atau bentuk mitigasi lainnya tidak menjadi kewenangan pihaknya. (ars)