Banyak KPM Tak Layak di Lobar Dikeluarkan dari Penerima BLT

Plt Kades Jagaraga Kecamatan Kuripan Iskandar bersama Babinsa dan Babinkamtibmaspol menyalurkan BLT tahap IV dan V kepada masyarakat terdampak Covid-19.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Desa-desa di Lombok Barat mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap IV dan V, bahkan VI. Sejauh ini yang sudah menyalurkan BLT tahap IV hingga VI berdasarkan instruksi Kementerian Desa sebanyak 29 desa, dari total 119 desa di Lobar. Banyak keluarga penerima manfaat (KPM) yang sebelumnya menerima BLT dikeluarkan, atas dasar mereka tak layak. Lantaran mereka sudah mendapatkan bantuan pada program lain, dan dinilai dari sisi perekonomiannya mulai membaik.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa (Pemdes) pada Dinas PMD, Kesuma Supake mengatakan, sebanyak 29 desa sudah mengajukan pencairan Dana Desa (DD) tahap III. Dari 29 desa ini, 19 sudah cair dan 10 sudah berporses di KPPN. Artinya, 29 desa ini sudah menyalurkan BLT DD tahap IV, V, dan VI. “29 desa ini sudah mulai menyalurkan BLT DD tahap IV dan V bahkan VI,” terang dia.

Iklan

Sedangkan desa-desa lain, ada yang sudah mengajukan pengusulan pencairan dana, ada masih berproses masuk ke BPKAD dan pengusulan melalui proses Online Monitoring Sistem Perbendaharaan Anggaran Negara (OMSPAN). Ditargetkan penyaluran BLT ini bisa selesai bulan Oktober.

Seperti penyaluran BLT tahap IV dan V di Desa Jagaraga Kecamatan Kuripan, mulai menyalurkan kepada masyarakat terdampak Covid-19, pada Rabu, 30 September 2020. Penerima BLT di desa ini sebanyak 273 KK atau KPM, jumlah ini mengalami pengurangan sekitar 96 dari penyaluran sebelumnya sebanyak 369.

“Alasan pengurangan ini karena ada warga kita mendapatkan bantuan dari program lain, dan perekonomiannya sudah mulai membaik, itu yang kita sisir. Tetap kami kedepankan penerima BLT ini adalah orang yang parah di antara yang terparah, termasuk orang tua (jompo) dan sakit,” terang Plt Kades Jagaraga, Iskandar.

BLT yang disalurkan jelas dia, tahap IV dan V dengan total DD yang dialokasikan mencapai Rp 163.0800.000. Di mana masing-masing KK mendapatkan Rp300 ribu tahap IV dan Rp300 ribu tahap V sehingga total yang mereka terima Rp600 ribu.

Sedangkan tahap VI sendiri akan disalurkan bulan Oktober. Dari sisi anggaran, DD untuk penyaluran BLT ini diakui cukup. Selain menyalurkan BLT, pihaknya juga memberikan masker kepada masyarakat. Sebelum menyalurkan BLT, pihaknya melalui proses verifikasi melalui proses musysawah dusun dan uji publik selama 20 hari. Nama-nama calon penerima ditempel di tempat umum dan tempat ibadah. “Sehingga mereka menerima dikalurkan (tidak mendapatkan bantuan),” terang dia. (her)