Banyak Kawasan di Sekotong ‘’Blank Spot’’

Pemandangan di kawasan Sekotong yang menawan. Sebagai salah satu wilayah penyangga KEK, kawasan ini masih belum sinyal komunikasi. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Posisi Lombok Barat (Lobar) sebagai kawasan penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika harus didukung oleh sarana prasarana pendukung yang memadai. Salah satunya sarana telekomunikasi. Hanya saja persoalannya di daerah ini masih banyak titik di kawasan ini tidak ada sinyal atau blank spot. Dinas terkait pun akan berupaya mengusulkan pembangunan tower di kawasan itu.

“Terutama di daerah dekat Loteng (perbatasan, red),” ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Lobar, Ahad Legiarto, Senin, 10 Agustus 2020.

Iklan

Dalam hal ini, ujarnya, pihaknya berupaya melakukan penanganan masalah blank spot ini dengan melakukan pendekatan intensif dengan provider. Pihaknya akan meminta perencanaan provider di kawasan hingga lima tahun ke depan. Hanya saja, mereka ini mengejar bisnis, sehingga membutuhkan waktu.

Pihaknya akan berusaha melakukan upaya mempermudah perizinan pada provider. Selebihnya kalau menyangkut permintaan lahan untuk bangun tower tentu hal ini menjadi kewenangan bupati. “Kalau kita butuh ada tower di sana, bagaimana kita bantu untuk fasilitasi perusahaan,” jelasnya.

Sementara itu, Nuhri,  warga setempat mengaku,  ada 12 dusun yang ada di desa setempat yang mengalami blank spot. Belasan dusun tersebut, di antaranya Dusun Telise, Belongas, Mahuni, Tangin-Angin, Selodong, Banteng Kuri, Bunut Kantor, Gudang Gale dan Sauh. “Memprihatinkan sekali daerah kami ini,  kawasan wisata tapi masih blank spot,” keluh dia. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here