Banyak Jukir Tak Punya Izin

Mataram (Suara NTB) – Tindakan Kepala UPTD Perparkiran pada Dishubkominfo Kota Mataram yang memecat empat jukir (juru parkir) yang dianggap melanggar aturan, diapresiasi oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Misban Ratmaji, SE.

‘’Jadi kalau menurut saya, karena perda sudah berlaku, jadi saya setuju dengan tindakan itu. Agar yang seperti itu harus ditindak tegas,’’ ujar mantan Ketua Pansus Parkir DPRD Kota Mataram ini.

Iklan

Selain memecat jukir nakal, Misban juga menyarankan kepada UPTD perparkiran agar rutin melakukan razia ke semua titik parkir. Razia ini, sebagai bentuk pengawasan kepada jukir, khususnya jukir yang tidak mempunyai izin penyelenggaraan parkir. Misban mensinyalir, banyak jukir di Mataram tidak mengantongi izin dari Dishubkominfo. Karenanya, politisi PKPI ini mengaku sangat setuju kalau jukir yang tidak mau mengikuti aturan dipecat.

‘’Bila perlu, mereka ini diumumkan kepada masyarakat. Jadi kalau ada yang beroperasi lagi secara diam-diam, harus dilaporkan kepada pihak berwajib,’’ sarannya. Tindakan jukir yang tidak memberikan karcis parkir kepada masyarakat pengguna jasa parkir, jelas merupakan pelanggaran. Sehingga uang yang didapatkan masuk ke kantong pribadi.

Apabila dalam razia nantinya ditemukan ada jukir yang tidak memiliki izin, Misban mendorong agar hal itu dilaporkan kepada pihak berwajib. Karena perda sudah mengatur hal itu dengan jelas. Bahwa, jukir harus mengajukan izin lokasi kepada Dishubkominfo Kota Mataram baru bisa menyelengarakan jasa parkir. Terkait minimnya target retribusi parkir di masing-masing titik, menurut dia, karena tidak tertibnya jukir.

‘’Tidak menyerahkan karcis, sehingga uang yang didapat, otomatis masuk kantong,’’ sesalnya. Kalau semua jukir memberikan karcis parkir yang konsekuensinya harus disetorkan ke kas daerah, Misban yakin target retribusi parkir akan membaik. Ia mengaku heran dengan pernyataan Kepala UPTD Perparkiran yang mengaku sulit mengejar target parkir, lantaran banyak jukir yang menunggak setoran parkir.

Sehingga Misban menyarankan supaya uang parkir yang dipungut jukir disetorkan setiap hari ke kas daerah. ‘’Jangan dibiarkan numpuk sampai sampai seminggu,’’ cetusnya. Ia menegaskan bahwa uang daerah tidak boleh mengendap lama-lama. ‘’Jadi pola setorannya sekarang harus diubah setiap hari,’’ ucapnya. (fit)