Banyak Jatuh di TKP dan TWK, Pelamar CPNS Pemprov NTB Berguguran

Pelamar CPNS Pemprov NTB melihat secara langsung nilai hasil SKD pada monitor layar lebar yang dipasang di Kantor BKD NTB, Kamis, 6 Februari 2020. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Pelamar CPNS Pemprov NTB terus berguguran. Dari sejumlah pelamar yang dikonfirmasi Suara NTB usai pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), Kamis, 6 Februari 2020 kemarin, mereka mengaku banyak yang tidak memenuhi passing grade pada Tes Kompetensi Pribadi (TKP) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Meskipun Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) telah menurunkan passing grade dalam SKD. Namun pelamar, baik yang memenuhi passing grade maupun pelamar yang tidak memenuhi passing grade mengaku TKP dan TWK agak sulit.

Iklan

‘’Paling sulit TWK, hanya apat nilai 55. TIU 75, TKP 126. TKP memenuhi tapi TWK anjlok,’’ kata pelamar asal Lombok Timur (Lotim), Azis.

Ia mengaku baru pertama kali ikut seleksi CPNS. Karena ia baru lulus kuliah. Selain TWK, Azis mengatakan TKP juga agak sulit. Pelamar lainnya asal Kota Mataram, Ego Erindra bahkan mengaku ke tiga jenis tes semuanya sulit.

‘’Soalnya panjang-panjang. Kemudian Bahasa Indonesia soalnya bercerita. TKP jawabannya banyak sama-sama jadi agak bingung,’’ kata Ego yang mengaku baru pertama kali ikut seleksi CPNS ini.

Selain datang sendiri ke lokasi tes, ada juga pelamar yang diantar orang tuanya. Salah satu orang tua pelamar asal Sumbawa Besar, H. M. Jabal menemani anaknya yang ikut tes SKD di BKD NTB. Anaknya melamar untuk formasi perawat di RS. H. L. Manambai Abdul Kadir Sumbawa Besar.

Ia mengaku sudah berada di Mataram sejak Selasa lalu. Jabal bersyukur anaknya dapat memenuhi standar passing grade. Ia menilai, proses seleksi CPNS yang sekarang lebih bagus dibandingkan dulu. Karena nilai pelamar yang ikut SKD langsung dapat dilihat secara langsung oleh pelamar maupun orang tua yang ikut mengantarkan anaknya. BKD menyiapkan monitor layar lebar untuk melihat secara langsung nilai masing-masing pelamar yang ikut SKD.

Terpisah, Sekretaris BKD NTB, Yus Harudian Putra, S.STP mengatakan, rata-rata pelamar yang tidak memenuhi passing grade jatuh pada nilai  TKP dan TWK. Namun, soal TWK dan TKP yang dinilai sulit sebenarnya relatif.  ‘’Kalau ada yang bilang susah, buktinya ada yang nilainya tinggi,’’ katanya.

Agar waktu mengerjakan soal dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, ia memberikan trik agar pelamar mengerjakan soal TKP terlebih dahulu. Berikutnya TWK dan TIU. Yang sering membuat pelamar bingung pada soal TKP adalah jawabannya yang mirip-mirip. Sehingga, apabila soal TKP dikerjakan terakhir, maka pelamar akan bingung.

‘’Banyak nilai pelamar yang rendah di TKP dan TWK,  yang banyak tidak memenuhi passing grade. Secara umum kalau dilihat satu persatu rata-rata TWK dan TKP banyak pelamar yang tak lolos,’’ katanya.

Berdasarkan hasil SKD CPNS Pemprov NTB hingga hari keempat, jumlah pelamar yang sudah gugur sebanyak 1.077 orang. Terdiri dari 942 orang pelamar yang tidak memenuhi passing grade dan 135 orang pelamar yang tidak ikut SKD. Yus menyebutkan, jumlah pelamar yang sudah lulus passing grade hingga saat ini sebanyak 923 orang. Atau dari 1.865 pelamar yang ikut SKD, baru 49 persen yang memenuhi passing grade.

Disebutkan, pada hari keempat, dari 472 pelamar yang ikut SKD, sebanyak 215 orang yang memenuhi passing grade dan 257 orang tak memenuhi passing grade. Sedangkan pada hari ketiga, jumlah pelamar yang memenuhi passing grade sebanyak 224 orang dan 234 orang tak memenuhi passing grade.

Pada hari kedua pelaksanaan SKD, 215 pelamar yang memenuhi passing grade dan 249 yang tak memenuhi passing grade. Sedangkan pada hari pertama, sebanyak 269 pelamar yang memenuhi passing grade dan 202 pelamar yang tidak memenuhi passing grade. (nas)