Banyak Guru SD Gaptek di Dompu

Dompu (Suara NTB) – Kepala Bidag Pendidikan Dasar (Dikdas) Dikpora Kabupaten Dompu, Drs. Tarmizi mengaku, banyak tenaga pengajar atau guru sekolah dasar (SD) di wilayah ini yang masih gagap teknologi. Terlebih kompetensinya masih di bawah standar. Karenanya, upaya peningkatan mutu pendidikan terkesan melambat.

“Memang betul banyak ya makanya (terutama, red) orang tua, yang muda insaAllah sudah bisa sekitar 80 persen,” kata dia kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa, 22 Mei 2018.

Iklan

Dari total keseluruhan guru sekolah dasar baik tingkat SD maupun SMP diperkirakan separuh atau 50 persen dari mereka gagap teknologi. Terutama guru senior yang enggan belajar tentang penggunaan teknologi seperti komputer. Padahal, kemampuan ini sangat dibutuhkan untuk mempermudah kebutuhan guru dalam mengakses perkembangan ilmu pengetahuan.

Kendati demikian, menurut Tarmizi, rendahnya kemampuan mengoperasikan perangkat komputer tersebut tidak begitu berpengaruh terhadap Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) khusus di SD. Sementara untuk tingkat SMP pun demikian karena keterbatasan itu bisa sedikit tertutupi dengan keberadaan guru-guru muda yang lumayan mahir mengoperasikan teknologi. “Di SMP rata-rata (paham penggunaan komputer) kecuali yang tua-tua itu saja,” ujarnya.

Diakui, kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi salah satu indikator peningkatan kompetensi guru, yang mana pada akhirnya akan berimbas pada kualitas lulusan yang dihasilkan. Karenanya, melihat fenomena itu Dikpora telah mengeluarkan surat edaran agar guru-guru sertifikasi mendapat pengadaan laptop masing-masing.

Disinggung tingkat kompetensi guru sekolah dasar diwilayah ini, Tarmizi menyebutkan masih cukup beragam, ada yang masih jauh di bawah standar provinsi pun ada yang sudah mencapai nilai kompetensi rata-rata. Dan upaya peningkatan kompetensi ini pun sudah rutin dilakukan, terutama melalui pelatian-pelatihan serta pembinaan.

“Dan tahun ini kita sudah UKG cuma tingkat kelulusannya belum ada laporan ke kita. Soal kompetensi tentu berpengaruh sekali tehadap mutu pendidikan anak,” pungkasnya. (jun)