Banyak Ganda, Data Penerima JPS Mantap Tahap II

Pembagian bantuan JPS Mantap kepada tenaga kontrak di Lobar tak memperhatikan protokol Covid-19. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Data penerima bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) mantap tahap II di Lombok Barat (Lobar) masih ditemukan masalah. Banyak data penerima ini ditemukan ganda (dobel) dengan penerima Bantuan Sosial Tunai (BST). Kondisi ini dikeluhkan warga, lantaran hasil revisi yang diusulkan desa belum ditindaklanjuti oleh Dinas Sosial.

Kepala Desa Lembar Utara Sainah mengatakan di desanya ada 2.014 Kepala Keluarga (KK) terdata menerima bantuan. Rinciannya, PKH dan BPNT sebanyak 438 KK, BPNT 240 KK, JPS Gemilang 90 KK, JPS Lobar 540 KK, Kemensos 156, BST 286 KKdan BLT DD sebanyak 264 KK. Penyaluran bantuan ini pun rata-rata sudah tahap II. Dari ribuan KK penerima bantuan ini ada yang ganda, sehingga dialihkan ke penerima yang lain supaya tidak terjadi dobel.

Iklan

Pihaknya menemukan penerima bantuan JPS mantap dobel dengan bantuan lainnya sebanyak 15 KK, sedangkan BST dengan JPS ditemukan dobel 30 KK. Pihaknya sudah melakukan verifikasi dan revisi berkoordinasi dengan para kepala dusun. Penerima bantuan yang dobel ditarik dan dialihkan ke warga lain yang belum memperoleh bantuan. Data penerima ganda ini hasil verfikasi ini pun sudah diusulkan ke Dinas Sosial.

Untuk penerima bantuan BLT DD sendiri betul-betul diteliti dan disaring, sehingga tidak ada yang ganda. Yang banyak ganda, adalah dari BST dari pusat dengan bantuan di daerah. “Sedangkan BLT Desa kami saring betul mencegah dobel,” imbuh dia.

Di sinilah, ujarnya, letak kesulitan desa di mana desa diminta melakukan pendataan sementara data yang diturunkan pusat berbeda, sehingga tidak sinkron. Warga yang terdaftar sebagai penerima bantuan Kemensos, sudah terdata di penerima bantuan di JPS.

  Pembagian BLT DD, Kades di Kuripan Tak Berani Berkreasi

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Lobar L. Marta Jaya mengatakan adanya data penerima BLT yang ganda dengan bantuan pusat, pihaknya sudah melakukan upaya perbaikan. “Kami terus lakukan perbaikan data penerima ini berdasarkan usulan dari desa, mencegah terjadi penerima dobel  ini,” jelas dia. Pihaknya secara bertahap akan mengusulkan usulan revisi atau verifikasi dari desa ke pusat.

Di tahap kedua ini, lanjutnya, Dinas Sosial Lobar dan pihak-pihak terkait  atau pendamping akan lebih ketat dalam penyaluran JPS Covid-19. Sebelum menyalurkan bantuan ini terlebih dahulu dicek lima item yang harus diberikan yaitu beras 15 kg, gula pasir 1 kg, minyak kemasan 1 liter , telur 1 trai, dan masker 2 buah. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here