Banyak Fasum di Lobar Belum Diserahkan Pengembang

Fasum dan Fasos perumahan yang dibangun pengembang di Lobar ini menjadi atensi KPK karena banyak belum diserahterimakan ke Pemda.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Banyak fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) yang dibangun pengembang di Lombok Barat (Lobar) belum dilakukan serah terima ke Pemda. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta pemda segera mendata dan menertibkan Fasum-Fasos ini agar pihak pengembang menyerahkan ke Pemda.

Sekda Lobar, Dr. H. Baehaqi yang hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan, KPK mengundang Pemda kaitan dengan fasum dan Fasos seluruh perumahan yang telah dibangun pengembang di wilayah Lobar. Semua fasilitas ini harus diserahterimakan ke Pemda. Seperti musola, jalan, kuburan dan lain-lain. “Pemda diminta oleh KPK untuk mendata dan menertibkan semua, dan itu harus diserahterimakan ke Pemda,” tegas dia.

Data yang dimiliki Pemda progresnya cukup baik. Namun KPK meminta semua didata. Fasilitas yang diminta didata oleh KPK mulai dari tahun 2018, 2019 dan 2020. Jumlahnya menurut Sekda, tahun 2020 ada 24 dan 2018 sekitar 20 pengembang. “Banyak yang belum diserahkan, sehingga ini jadi atensi KPK untuk segera diserahterimakan ke Pemda,” ujar dia.

KPK membimbing Pemda untuk segera menertibkan fasilitas ini. Menindaklanjuti itu, rencananya Senin depan Dinas Perumahan dan Pemukiman mengundang seluruh pengembang untuk didata fasum, fasos dan yang sudah diserahterimakan dan belum diserahkan. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here