Banyak Ditemukan NIK Bermasalah di Loteng

Tim Disdukcapil Loteng tengah melakukan perbaikan dan sinkronisasi data penduduk bermasalah yang ditemukan selama program percepatan vaksinasi Covid-19, di posko vaksinasi di Mapolres Loteng, Selasa, 28 September 2021.

Praya (Suara NTB) – Upaya pemerintah daerah untuk mempercepat capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) terkendala beberapa persoalan. Terutama saat melakukan entri data warga yang sudah divaksin, banyak yang tidak bisa di input datanya karena Nomor Induk Kependudukan (NIK)-nya bermasalah.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Loteng pun dengan sigap langsung menurunkan tim untuk membantu mengatasi persoalan tersebut, sejak Senin, 27 September 2021. “Atas adanya temuan NIK bermasalah selama program percepatan vaksinasi Covid-19 di Loteng, kita sudah menurunkan tim. Guna membantu tim vaksinasi melakukan perbaikan dan sinkronisasi data kependudukan. Sehingga data warga yang divaksi bisa dientry ke data pusat secara online,” terang Kepala Disdukcapil Loteng, Bq. Anita Nindiana kepada Suara NTB, Selasa, 28 September 2021.

Iklan

Anita menjelaskan, tim yang diturunkan Disdukcapil Loteng tersebut terdiri dari 12 orang. Dengan tugas utama membantu mensinkronkan data kependudukan yang bermasalah. Dan, akan bertugas di posko vaksinasi di Mapolres Loteng hingga tanggal 4 Oktober mendatang.

Beberapa persoalan data kependudukan yang ditemukan di antaranya, NIK yang belum online. Sehingga data warga tersebut tidak bisa di-entry ke dalam sistem pelaporan data warga yang sudah divaksin. Ada juga NIK yang tidak sinkron dengan data kependudukan yang disebabkan perbedaan nama di KTP dengan di kartu keluarga. Termasuk kesalahan penulisan dan angka di data kependudukan.

“Yang paling banyak ditemukan NIK yang belum online. Hal ini bisa disebabkan beberapa faktor. Terutama perbedaan data di KTP dengan data di sistem kependudukan. Dan, sekarang tim sedang bekerja membenahi persoalan yang ada tersebut,” jelasnya.

Disdukcapil Loteng dalam hal ini juga cukup terbantu dengan banyaknya temuan NIK bermasalah dalam program percepatan vaksinasi Covid-19. Karena kalau tidak ada temuan seperti itu, pihaknya akan cukup kesulitan mendeteksi NIK bermasalah di tengah masyarakat. Artinya, program percepatan vaksinasi juga membantu dalam upaya perbaikan data kependudukan di daerah ini.

Disinggung berapa temuan NIK bermasalah, Anita mengaku belum mendapat laporan pasti. Karena tim masih bekerja. Tapi yang jelas, targetnya semua data kependudukan yang bermasalah harus dituntaskan sampai awal Oktober mendatang. “Selama proses sinkronisasi data kependudukan tersebut, tim dari Disdukcapil akan didampingi tim input data dan tim sortir dari semua puskesmas di Loteng,” pungkas Anita. (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional