Banyak Desa yang Lambat Buat Laporan

Selong (Suara NTB) – Banyak desa yang terbilang lelet dalam pembuatan laporan pertanggungjawaban penggunaan anggarannya. Data yang masuk ke Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Lombok Timur (Lotim), jumlah yang menyampaikan laporan hanya 100 desa dari 239 desa se Kabupaten Lotim.

Hal ini diungkap Kepala Bidang Pemerintahan Desa BPMPD Lotim, Khaerul Amri di Selong, Senin (8/8). Dari seluruh desa yang sudah menyampaikan laporan pun masih banyak yang harus dikoreksi. “Yang sudah membuat laporan dengan baik 31,” ungkapnya.

Iklan

Akibat leletnya laporan dari desa ini pun menyebabkan realisasi anggaran ke desa pun tidak menjadi terlambat. Hingga semester ke dua tahun 2016 ini, diakui masih banyak dana desa dan anggaran dana desa dan bagi pajak yang belum direalisasikan ke desa.

Kalangan desa mendesak untuk segera diberikan anggaran. BPMPD meminta desa hendaknya tidak mengedepankan kemauannya, namun harus menyampaikan laporan tertulis baik realisasi fisik dan keuangannya dengan benar.

Selain itu, harus ada konfirmasi pertanggungjawaban mutlak yang diterima BPMPD sebagai syarat untuk melakukan pencairan anggaran tahap selanjutnya. Pencairan anggaran bisa dilakukan setelah semua prosedur secara administratif. “Keluarkan uang itu kan harus ada SPJ dulu,” ucapnya.

Prosedur pencairan dari jenis-jenis anggaran itu sudah ada aturannya. Seperti bagi hasil pajak ke desa-desa. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Pedesaan dan Perkotaan yang ada di desa-desa juga diminta bisa dimaksimalkan. Sehingga tahapan pencairan dari seluruhnya juga bisa maksimal. (rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here