Banyak ASN di Dompu Tak Siap Jalani Tes Urine

Dompu (Suara NTB) – Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup pemerintah Kabupaten Dompu banyak yang tak siap menjalani tes urine oleh Badan Narkotika Kabupaten (BNK). Dari 400 lebih pejabat eselon II, III dan IV yang targetnya akan menjalani tes urine, hanya 112 orang yang bersedia. Lainnya beralasan tak siap dan berada di luar daerah.

Sekretaris BNK Kabupaten Dompu, H. Zulkifli Lubis, S.Sos yang juga Kepala Bagian Kesra Setda Dompu di pendopo Bupati, Jumat, 9 Desember 2016, mengatakan tes urine dilakukan kepada semua pejabat eselon III dan IV serta sebagian eselon II yang belum dites urinenya beberapa waktu lalu. Tes ini dilakukan karena ada laporan dari masyarakat yang terindikasi menyalahgunakan narkoba. “Laporan masyarakat itu bersifat umum, tidak disebutkan nama – nama pejabatnya, makanya dilakukan tes. Apalagi pejabat ini sebagai panutan di tengah masyarakat,” katanya.

Iklan

Terkait banyaknya pejabat yang tidak hadir dalam tes urine ini, H. Zulkifli mengatakan, pihaknya tidak mengetahui alasannya. Padahal pihaknya tidak pernah membocorkan rencana tes urine ini dan pihaknya hanya mengundang untuk lakukan olahraga bersama di kantor Bupati. “Setelah olahraga, kita minta mereka masuk pandopo,” ungkapnya.

Zulkifli mengatakan, pihaknya memiliki test kit (alat tes urine untuk mendeteksi penggunaan narkoba) sebanyak 909 buah. Hasil tes ini akan diserahkan kepada Bupati untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut.

Sementara Ketua pengelola program BNK, Dahlia Wahyuni, S.Sos., mengungkapkan, ketidaksiapan ASN ini belum berani dipastikan penyebabnya. Bisa jadi karena merasa diri sebagai penyalahguna kemudian kabur keluar daerah dan bisa juga telah diinformasikan terlebih dahulu oleh kepala SKPD masing-masing. Meski begitu, pihaknya tetap berkomitmen melanjutkan kegiatan tersebut dengan terjun langsung lintas SKPD.

  Miliki Sabu dan Tramadol, Lima Warga Diamankan

“Kita tidak bisa menyalahkan sepihak ya, apakah pimpinan SKPD-nya menyampaikan informasi kepada kepala bidang maupun kasinya terkait adanya kegiatan ini,” katanya kepada Suara NTB saat ditemui di sela pengambilan urine ASN, Jumat, 9 Desember 2016.

Terhadap mereka yang terbukti positif penyalaguna narkoba dan sejenisnya, akan diberikan ruang rehabilitasi, termasuk nama-namanya akan diserahakan ke Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin untuk mendapat pembinaan lebih lanjut.

Namun untuk kepastian hasil tes urine ini belum dapat disampaikan, menginggat masih ada proses lanjutan. Pelaksanaan kegiatan hanya difasilitasi BNK Kabupaten Dompu saja, sementara koordinasi dengan BNNP maupun BNNK Bima hanya sebatas komunikasi biasa, terlebih partisipasi langsung untuk melibatkan mereka tidak dilakukan.“Kalau koordinasi dengan BNNK Bima tetap kita lakukan, tetapi melalui telepon saja. Kalau untuk kegiatan ini hanya petugas BNK di sini saja,” ujar Dahlia Wahyuni.

Selain akan melanjutkan kegiatan tersebut ke lintas SKPD lingkup pemerintah Kabupaten, program dalam rangka memperingati hari narkoba dan HIV/AIDS sedunia tersebut juga akan dilakukan di lembaga penegak hukum. Seperti kepolisian, TNI, kejaksaan dan lembaga lainya. Rencana itupun telah disepakati bahkan diajukan sendiri oleh pimpinan masing-masing lembaga.“Tadi Kapolres juga meminta untuk dilakukan tes urine semua aparat kepolisian, begitu juga TNI, kejaksaan,” katanya. (ula/jun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here