Bantuan untuk UMKM di Lobar Mulai Dicairkan

H.M. Fajar Taufik. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Barat (Lobar) mengusulkan puluhan ribu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mendapatkan dana Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM) senilai Rp2,4 juta per pelaku UMKM. Program bantuan Presiden bagi 12 juta pelaku usaha UMKM se-Indonesia inipun sudah banyak dicairkan oleh pelaku UMKM di Lobar.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM di Lobar, H.M. Fajar Taufik mengatakan pemda berlomba-lomba mengusulkan bantuan ini ke pusat. Untuk di Lobar, sampai saat ini pihaknya sudah mengusulkan total ada 20.003 UMKM. Dengan rincian,  tahap I diusulkan sebanyak 2.783 UMKM, kemudian tahap II sampai dengan akhir September total yang diusulkan 20.003. “Sekarang dibuka lagi tahap III sampai dengan tanggal 10 November batas akhir. Yang sudah masukkan sampai dengan saat ini sebanyak 2.000 UMKM lebih,”jelas dia.

Iklan

Untuk mempermudah pelaku UMKM mengakses bantuan ini, pihaknya sudah membagikan link melalui berbagai media. Mereka cukup mengisi nama sesuai dengan KTP, NIK sesuai KTP, alamat jelas sesuai KTP, kemudian nomor handphone. Yang perlu dipastikan adalah NIK jangan sampai salah, karena hasil  temuan verifikasi ada NIK keliru. Selain itu, jangan sampai mengubah nomor handphone. Persyaratan utama jelas dia, mereka memiliki usaha. Tidak ada lagi syarat lain. “itu saja syaratnya, mudah,”ujar dia.

Usulan ini jelas dia tidak serta merta diterima, namun melalui proses verifikasi oleh kementerian Koperasi, kemudian divalidasi oleh OJK, BPKP. Karena salah satu persyaratan penerima BPUM ini adalah mereka yang tidak sedang menerima fasilitasi kredit (pinjaman) dari perbankan atau lembaga keuangan lainnya.”Kalau lagi menerima kredit pinjaman maka tidak bisa dapat bantuan,” imbuh dia. Syarat lainnya tidak berstatus ASN, TNI-Polri, atau pegawai BUMN dan BUMD.

Ia  mengimbau masyarakat khususnya pelaku UMKM segera mengakses bantuan ini, karena masih ada waktu mengusulkan sampai dengan tanggal 10 November mendatang. Dan kuota dari pusat ke masing-masing daerah sendiri tidak ada. Terpenting jelas dia, lebih cepat mengusulkan maka lebih dulu diverifikasi mendapatkan bantuan ini.

Sejauh ini lanjut dia, sudah banyak pelaku UMKM sudah mencairkan ke BRI. Bentuk bantuannya berupa uang tunai Rp2,4 juta untuk bantuan permodalan pelaku UMKM di masa pandemi ini. Ia berharap pihak perbankan mempermudah pencairan BPUM ini. “Kami menghargai dan menghormati kehati-hatian BRI dalam menyalurkan bantuan ini, karena yang diaudit adalah bank, tapi jangan pihak bank mempersulit dengan membuat persyaratan-persyaratan baru yang menghambat pencairan, dan tidak diatur dalam Permen koperasi,”harap dia. (her)