Bantuan Ternak Sapi Distan Lobar Senilai Rp2,3 Miliar Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

Wakil Ketua DPRD, Ahmad Suparman dan Kepala Bidang Peternakan Distan Lobar, Rahman.

Giri Menang (Suara NTB) – Pengadaan bantuan ternak senilai Rp2,3 miliar di Dinas Pertanian (Distan) Lombok Barat (Lobar) diikeluhkan peternak, pasalnya ternak yang diberikan tak sesuai harapan. Ternak yang diberikan tak sesuai besarnya dan ada juga yang sakit. Bantuan ternak ini pun menjadi sorotan kalangan DPRD, sehingga pihak Dewan akan meminta klarifikasi dari Dinas terkait.

Wakil Ketua DPRD Lobar, Ahmad Suparman mengatakan, pihaknyba mendapatkan informasi dari anggota dan peternak yang mengeluhkan bantuan ternak. “Ternak (sapi dan kambing) diduga tak sesuai spesifikasi, orang yang dikasih kecewa,” terang politisi PPP ini akhir pekan kemarin.

Iklan

Dari informasi komisi III yang paham dengan ternak bahwa ternak yang diberikan tak sesuai besarnya. Ada juga yang sakit. Proses pengadaan bantuan ternak ini sendiri dilakukan ULP dan Distan. Ternak diberikan langsung ke peternak. Namun, pada proses penyerahan dilakukan dengan cara dicicil. Alasan dari rekanan, ternak masih dilakukan karantina, karena ternak sakit. Lantas Ahmad Suparman mempertanyakan alasan mereka membeli ternak yang sakit.

Dari informasi yang diterima dari para peternak yang menerima bantuan ini, mereka mengeluhkan kondisi ternak. “Kami terima informasi dari kelompok, kok ternaknya kecil-kecil. Dari sisi besar hewan ternak, tidak sesuai dengan harganya,” ujar Ahmad Suparman.

Sedangkan rekanan yang memenangkan lelang diduga kurang mengetahui soal ternak. Menindaklanjuti keluhan peternak ini, pihaknya akan turun ke Dinas Pertanian untuk meminta klarifikasi.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian Lobar, Rahman, S.Pt., mengatakan, terkait pengadaan ternak yang disoroti Dewan diklaimnya sudah sesuai dari sisi spesifikasi. “Kalau kita pakai patokan tinggi ternak. Kalau mengacu itu (tinggi ternak) insya Allah sudah sesuai spesifikasinya. Kalau ada ternak yang kurang sehat, maka bisa dilapor ke UPTD. Nanti disuntik,” tegas dia.

Beberapa patokan dalam pengawasan ternak yang dilakukan pengadaan selain dari sisi tinggi ternak, jenis sapi yang diambil juga ras sapi Bali. Namun, semua sapi, baik pejantan dan betina diambil dari wilayah Lombok. Peternak tidak bisa mengganti hewan ternaknya, karena sudah menandatangani berita acara. Dalam hal proses lelang pengadaan ternak, semua dilakukan di ULP. Penentuan pemenang lelang juga ULP yang menentukan. Sedangkan dari sisi pihak dinas, ikut melakukan pengawasan dan pendampingan.

“Dinas tidak ikut intervensi lelang, kita hanya berikan persyaratan. Yang menentukan pemenang adalah ULP,” ujarnya. Dari data sebelumnya yang diperoleh di dinas terkait, ternak sapi betina yang diadakan rencananya 264 ekor, sapi pejantan 42 ekor, limausin 30 ekor, dan kambing 150 ekor. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional