Bantuan Stimulan Korban Gempa Tahap II di KSB Cair Pekan Ini

LAPORAN - Kepala BNPB Willem Rampangilei saat menyampaikan laporannya kepada Presiden RI, Joko Widodo di KSB, pekan lalu (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjanjikan pencairan dana bantuan stimulan rehabilitasi rumah korban gempa di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Kabupaten Sumbawa (KS) akan mulai dicairkan minggu ini.

Janji ini disampaikan langsung oleh kepala BNPB, Willem Rampangilei ketika melaporkan progres kegiatan rehabilitasi gempa di hadapan Presiden RI, H. Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke KSB, Kamis pekan lalu.

Iklan

“Kami sudah koordinasi dengan Menkeu untuk tahap 2 kami upayakan cair minggu depan pak presiden,” katanya.

Ia menyampaikan, untuk penerima bantuan stimulan tahap 2 nanti. Jumlah warga penerima di KSB sebanyak 3.845, terdiri dari 457 rumah kategori rusak berat, 1.318 rusak sedang dan 2.070 rumah rusak ringan.

Sementara untuk Sumbawa jumlahnya sebanyak 1.390 terdiri dari 574 rumah kategori rusak berat, 609 rusak sedang dan 207 unit rumah rusak ringan. “Untuk tahap selanjutnya yang diusulkan sedang kami proses,” ujarnya.

Ia berharap, proses pembangunan untuk tahap pertama di dua kabupaten (KSB dan KS) bisa berjalan lancar. Di KSB sendiri kata Willem, keorganisasian kelompok masyarakat (Pokmas) telah terbentuk dalam 193 Pokmas Plus. Sementara di Sumbawa Pokmas pembangunan tahap pertamanya juga telah terbentuk dan mulai bekerja.

“Kalau di KSB pak presiden semuanya sudah dibentuk Pokmasnya dengan hadirnya agen PDPGR itu. Jadi begitu anggarannya cair yang kedua mereka bisa langsung kerja. Dan harapan kami juga di Sumbawa begitu,” paparnya.

Selanjutnya ia menyampaikan, penyederhanaan persyaratan pencairan dana stimulan rehabilitasi rumah yang telah dibuat pemerintah pusat sangat membantu percepatan pelaksanaan program di tingkat lapangan. “Penyederhanaan syarat dari 17 hanya menjadi 1 itu sangat membantu kami,” akunya.

Terakhir Willem berjanji, pihaknya bersama seluruh kementerian terkait akan bekerja keras menyelesaikan program tersebut. Mengingat masyarakat yang menjadi korban saat ini membutuhkan rumah-rumahnya bisa kembali ditempati seperti sedia kala.

“Instruksi pak presiden sangat jelas bagi kami. Masyarakat harus segera kembali ke rumah mereka dan menjalani aktivitasnya seperti sebelum terjadinya gempa,” imbuhnya. (bug)