Bantuan RTG Korban Gempa di Buwun Sejati Diduga Ditilep

Warga Buwun Sejati yang keberatan dana bantuan RTG dipotong melakukan aksi di Kantor Desa Buwun Sejati, Senin, 4 Oktober 2021. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Puluhan warga Desa Buwun Sejati Desa Buwun Sejati Kecamatan Narmada Lombok Barat (Lobar) melakukan aksi di kantor desa (kades) setempat, Senin, 4 Oktober 2021. Aksi ini buntut warga yang keberatan dengan dugaan pemotongan bantuan rumah tahan gempa (RTG) Rp4 juta untuk yang rusak ringan.

Warga mendatangi kantor desa dengan berjalan kaki. Mereka tiba di kantor desa langsung berorasi, kemudian mereka diterima oleh Kades Buwun Sejati Muhidin. Dalam aksi itu, warga sempat memanas bahkan terjadi saling dorong karena tersulut jawaban dari kades yang tak memuaskan warga. Satu per satu warga menyampaikan berbagai persoalan RTG ini. Mulai dari proses awal bantuan itu dicairkan dan pemotongan dana bantuan hingga berujung terjadinya operasi tangkap tangan (OTT) oknum suplayer.

Iklan

Bahkan ada warga yang menuntut uang pribadi yang sudah dipakai untuk bangun RTG. Lantaran rumahnya sudah lama selesai dibangunkan, namun uangnya belum juga diganti. Dialog antara warga dengan kades pun belum menemukan titik.

Kades meminta warga datang ke kantor desa, Rabu untuk bisa menghadirkan suplayer dan fasilitator. Perwakilan warga, Sahrun mengatakan bantuan RTG yang rusak ringan yang seharusnya warga mendapatkan Rp10 juta. “Tapi yang diterima Rp6 juta, yang dipotong Rp4 juta,” beber dia.

Untuk penerima bantuan di Dusun Batu Asak sendiri ada 84 orang dengan empat pokmas (kelompok masyarakat). Kalau masing-masing penerima dipotong Rp4 juta, maka total bantuan yang dipangkas ratusan juta. Belum lagi, kata dia, di dusun-dusun lain di desa itu. “Itu yang diduga digelapkan, dipotong,” jelas dia. Bantuan RTG itupun bagi dicairkan ke dua pokmas. Persoalan inilah yang dipertanyakan warga ke pihak desa. Karena sebelumnya warga sudah hearing ke desa.”Kami pertanyakan keseriusan pihak desa,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Lukman Kiki Hartawan, beberapa pekan lalu warga sudah hearing ke kantor desa mempertanyakan perihal RTG ini bahkan saat itu warga sempat dikonfrontasi dengan suplayer dan fasilitator. Di situ dijelaskan proses dan tahapan pencairan bantuan ini. Namun persoalan RTG ini terus berulang. “Setelah terjadi OTT, baru riuh di bawah riuh. Tiba-tiba material mau didistribusikan,” jelas dia.

Persoalannya, kata dia warga atau pokmas tidak tahu suplayer. Seharusnya mereka punya kewenangan untuk memilih suplayer. Namun tiba-tiba ada suplayer. “Bahkan ada yang tidak kenal dengan suplayer. Kan lucu ini,” ujarnya.

Ia mempertanyakan pengawasan dari desa, karena desa yang meng-SK-kan pokmas, di sini ada peran desa untuk memonitor dan pengawasan terhadap kelompok masyarakat, fasilitator, dan suplayer. “Ketika ada kesalahan atau hambatan, di situ peran desa monitoringnya seperti apa?,” tegas dia.

Sementara itu, Kades Buwun Sejati Muhidin mengatakan terkait aksi warganya, sebelum aksi ini ia meminta agar pertemuan dilakukan hari Rabu besok, karena ia ada acara di Mataram. Selain itu kalau menghadirkan suplayer dan fasilitator untuk dialog dengan warga, maka dirinya tidak bisa menjawab maksimal. “Karena ranah desa itu hanya sampai membuatkan SK Pokmas kemudian kan yang berperan di lapangan pokmas, suplayer dan fasilitator,”jelas dia. Pihaknya pun akan mengundang warga hari Rabu besok untuk pertemuan dengan fasilitator dan suplayer.

Ia pun sudah menghubungi fasilitator, karena saat ini bersangkutan berada di Dompu. Ia juga sudah mengontak suplayer supaya bisa hadir. Terkait Indikasi pemotongan bantuan, pihaknya berterus terang mengetahui hal itu setelah informasi beredar di lapangan, karena ia berdalih tidak pernah dilibatkan. “Saya tidak tahu menahu soal itu (pemotongan), setelah isu beredar baru saya tahu. Lillahi taala,” aku dia. Bahkan begitu mengetahui informasi dugaan pemotongan itu, ia meminta agar Pencairan bantuan dipending. Namun bantuan itu tetap dicairkan tanpa sepengetahuannya. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional