Bantuan JPS Kota Mataram Diperpanjang

H. Ahyar Abduh. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram berencana memperpanjang penyaluran bantuan jaring pengaman social (JPS). Alasannya ekonomi masyarakat belum pulih serta Mataram masih zona merah penyebaran Coronavirus Disease.

Rencana sebelumnya bantuan paket sembako bagi warga terdampak Covid-19 hanya untuk tiga bulan. Berdasarkan skenario kata Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh ditemui usai pengambilan sumpah jabatan CPNS, Kamis, 13 Agustus 2020 anggaran yang telah disiapkan untuk enam bulan kedepan. Setelah dilakukan evaluasi serta melihat perkembangan di masyarakat dimungkinkan memperpanjang selama satu bulan. “Ekonomi masyarakat kita belum pulih. Masyarakat banyak yang butuh bantuan karena terdampak Covid-19,” ungkapnya.

Iklan

Satu tahap penyaluran JPS menghabiskan anggaran sekitar Rp8,6 miliar. Meskipun menghabiskan anggaran cukup besar, Pemkot Mataram kata Walikota, masih mampu demi memenuhi kebutuhan masyarakat. Rencananya JPS akan diperpanjang atau tambah satu bulan. Namun tidak menutup kemungkinan menjadi enam bulan sesuai skenario awal. “Yang jelas kita sudah siapkan anggaran untuk enam bulan,” terangnya.

Seperti diketahui, penerima JPS di Kota Mataram berdasarkan basis data terpadu by name by addres sebanyak 41.589 kepala keluarga (KK). Dengan rincian intervensi dari pemerintah pusat melalui bantuan pangan non tunai 22.115 KK. Kemudian, Kota Mataram mendapatkan kuota tambahan sebesar 7.440 KK, sehingga total penerima BPNT sebanyak 29.555. Bantuan diberikan senilai Rp250 ribu selama sebulan.

Selain itu, Kota Mataram juga mendapatkan kuota bantuan langsung tunai (BLT) dari Kementerian Sosial sebesar Rp600 ribu selama tiga bulan untuk 12.041 KK. Pemprov NTB juga memberikan 1.868 KK paket JPS Gemilang.

Secara keseluruhan pengadaan paket JPS mulai tahap I, II dan III yang telah didistribusikan sejumlah 32.548 paket. Berbeda dari data penyaluran tahap pertama. Sebelumnya, JPS telah disalurkan berjumlah 26 ribu KK. Pada tahap pertama telah didistribusikan untuk 19.803 KK. Sehingga, tersisa 6.197 paket bantuan di tahap pertama belum disalurkan. Pengajuan disampaikan kelurahan berdasarkan usulan dari lingkungan sejumlah 19 ribu lebih. Setelah diverifikasi kembali data penerima tersisa 12.745. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here