Bantuan 2.114 KK Korban Gempa di Lobar Segera Dicairkan

Masyarakat korban gempa Lombok di pengungsian. (Suara NTB/nas)

Giri Menang (Suara NTB) – Pekerjaan rumah korban gempa di Lombok Barat (Lobar) dikhawatirkan terhambat pasokan bahan bangunan panel rumah instan sederhana sehat (Risha) dan konvensional. Pasalnya sejauh ini pabrikasi panel Risha hanya tersedia di kekait Gunungsari, sedangkan rumah yang bakal dibangun dalam waktu dekat mencapai 2.114 rumah.

Kabid Perumahan pada Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Lobar L. Ratnawi mengatakan tahap pertama bantuan stimulan yang sudah ditransfer kepada 379 KK korban gempa Senilai Rp 18 miliar lebih. Tahap kedua ini ditransfer 2.114 rumah dengan total anggaran Rp 105,7 miliar. “Jadi tahap kedua pencairan dana stimulan kepada 2.114 rumah dengan total Rp 105 miliar lebih,” sebut Ratnawi.

Iklan

Untuk pencairan 379 rumah, sejauh ini sudah dibentuk 17 pokmas tahap I dari 379. Dokumen sudah diproses ke BRI dengan 59 dokumen dan tanda tangan kontrak dengan suplayer Risha. Sedangkan yang lain masih proses pencairan, kebanyakan rumah yang dibangun konvensional.

Untuk pencarian dana stimulan 2.114 sendiri tengah dalam proses, pihaknya tengah membentuk pokmas dan rekening pokmas untuk masukkan anggaran per KK korban gempa. Untuk pokmas perlu dibentuk 105 lebih. Selain itu, disiapkan dokumen proposal berisi RAB, KK, surat kepemilikan rumah, berita acara validasi, KTP, gambar rumah.

Dokumen ini, jelasnya, dibantu penyiapan oleh Rekompak. Setelah dokumen selesai, masuk ke Disperkim. Tim teknis Disperkim akan melakukan pengecekan lagi, kalau ada kekurangan, maka diminta melengkapi. Setelah lengkap barulah diusulkan pencairan ke PPK dalam hal ini BPBD Lobar. Dari BPBD mengusulkan ke bupati untuk pencairan. Menurutnya prosesnya begitu rigit, sehingga prosesnya agak lamban. Nanti kelengkapan dokumen juga diperiksa di bank.

Pihaknya khawatir bulan depan kebutuhan material meningkat, sebab tidak saja pembangunan korban gempa tidak saja di Lobar namun di KLU, Loteng dan Lotim. Untuk itu ia meminta agar material bangunan ini stoknya terjaga di NTB supaya tidak limit.

Termasuk stok spandek, baja ringan. Kebutuhan material ini, jelasnya, perlu partai besar sebab yang akan dibangun ribuan rumah bulan depan ini. Untuk menjamin ketersediaan stok ini, pihaknya mendorong kadin membangun. Sebab kadin sendiri menyiapkan depo per kecamatan. Pihak kadin didorong agar bekerjasama dengan pengusaha lokal. (her)