Bantu Tersangka Narkoba Kabur, Oknum Perwira Polda NTB Tidak ’’Main’’ Sendiri

Irwasda NTB Agus Salim memberi keterangan pers terkait perkembangan kasus kaburnya tahanan narkoba Dorfin Felix, Rabu (30/1) (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Kasubdit Pengamanan Tahanan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti Polda NTB Kompol TM mendekam di sel yang semestinya diawasinya. Oknum perwira ini diduga melanggar kode etik penjagaan tahanan. Selain itu, dia juga sedang diselidiki dugaan gratifikasi.

Kaburnya tahanan kasus narkoba Dorfin Felix Senin (22/1) lalu membuat TM berurusan dengan institusinya. Kasus bergulir cepat. Sejak ditemukan dugaan pelanggaran prosedur standar pengamanan tahanan, sampai dugaan pemberian sejumlah uang.

Iklan

Inspektur Pengawas Polda NTB, Kombes Pol Agus Salim oknum TM menerima uang sebanyak dua kali sebelum Dorfin kabur. Uang dikirim masing-masing Rp7 juta dan Rp7,5 juta melalui jasa Western Union.

Pengirimnya, orang tua Dorfin dari Perancis sana. “Uang itu tadi digunakan untuk kepentingan tersangka. Dibelikan HP. Dibelikan TV, selimut. Ini secara kode etik kesalahan besar,” ucapnya, ditemui Rabu (30/1).

Perbuatan oknum TM itu, sambung dia, pelanggaran berat terhadap standar prosedur operasional penjagaan tahanan. Berhubungan terkait kasus dengan tahanan pun dilarang. Apalagi ini memberi fasilitas.

Penyelidikan kemudian bergerak tidak hanya perihal pelanggaran kode etik yang ditangani Bid Propam. Oknum TM pun ditelisik soal dugaan gratifikasi. Pemberian yang diduga membuat TM menyalahgunakan kewenangannya. “Terkait menerima uang tadi kita kenakan gratifikasi. Ini masih ditangani Krimsus,” kata Agus.

Fasilitas Mewah Sel Tahanan

Dorfin yang ditangkap atas kasus impor sabu dan ekstasi mendapat perlakukan khusus. Meski di tahanan, dia bisa menikmati kemewahan hidup seperti laiknya orang biasa. Diduga berkat campur tangan oknum TM. “Ini tahanan enak ini hidupnya. Ada HP, ada TV. Setiap hari makan enak bisa pesan Grab (layanan ojek online),” beber Irwasda.

Ponsel yang dibelikan oknum TM itu selanjutnya dipakai Dorfin berkomunikasi. Nomor ponselnya masih terdaftar dengan NIK oknum TM. “Intens dipakai ada 18 kali panggilan. Ada tercatat dia menghubungi Konjen (Perancis) dan pacarnya di Bali,” ungkap Agus.

Oknum TM kini sudah ditahan di Rutan Polda NTB. Pemeriksa pada Propam menemukan indikasi pelanggaran kode etik setelah memeriksa total sebanyak 12 orang saksi. “Sementara kita kenakan kode etik,” pungkasnya.

Dorfin Felix adalah tersangka kurir narkoba senilai Rp3,1 miliar dengan barang bukti sabu 2,47 kg, ditambah lagi dengan ekstasi 206,83 gram, ketamine 256,6 gram, dan 850 butir ekstasi 253,1 gram, yang nilainya mencapai Rp3,1 miliar.

Polda NTB mengklaim Dorfin kabur melalui ventilasi kamar tahanan di lantai dua antara pukul 09.00 Wita Minggu (20/1) petang sampai 6.15 Wita Senin (21/1) pagi.

Dorfin sebelumnya ditangkap atas dugaan peredaran narkoba jaringan internasional. Dorfin ditangkap Jumat 21 September 2018 lalu atas kerja sama antara Bea Cukai Mataram, Aviation Security Lombok International Airport dan Ditresnarkoba Polda NTB. (why)