Bantu Pemerintah Tangani Covid-19, Kemenag Loteng Bentuk Relawan dari Kalangan Pendidikan

Bupati Loteng, H.L. Pathul Bahri, memasangkan rompi relawan Covid-19 Kemenag Loteng, usai dikukuhkan, Rabu, 1 September 2021. (Suara NTB/kir)

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah (Loteng) membentuk relawan Covid-19 yang siap ditugaskan di semua kecamatan di daerah ini. Tugas utamanya membantu mensosialisasikan penegakan protokol Covid-19, dalam upaya menekan penyebaran Covid-19. Total ada 2.376 relawan Covid-19 yang merupakan guru, santri serta pengurus pondok pesantren (ponpes) di 12 kecamatan di Loteng.

KEGIATAN ini juga dirangkai dengan pembentukan Satuan Komunikasi (Sako) Pramuka Ikhlas Beramal untuk 12 kecamatan di Loteng. Sako Pramuka Ikhlas Beramal Kemenag Loteng tersebut merupakan yang pertama diharapkan nantinya bisa menjadi role model bagi pembentukan sako pramuka di daerah lainnya.

Iklan

Pengukuhan relawan Covid-19 Kemenag Loteng digelar di Ballroom Kantor Bupati Loteng, Rabu, 1 September 2021. Hadir pada kesempatan itu, Kapolda NTB, Irjen. Pol. Mohammad Iqbal, Bupati Loteng, H. L. Pathul Bahri, S.IP., Dandim 1620/Loteng, Letkol. Inf. I Putu Tangkas Wiratawan, S.IP., Kepala Kanwil Kemenag NTB Dr. H. Zaidi Abdad serta para pejabat lingkup Pemkab Loteng lainnya.

“Keberadaan relawan Covid-19 ini sebagai bentuk dukungan warga Kemenag Loteng dalam membantu pemerintah mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Loteng,” sebut Kepala Kemenag Loteng, H. Zamroni Azis, Rabu, 1 September 2021.

Untuk tugas-tugas relawan Covid-19 Kemenag Loteng selanjutnya, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Satgas Covid-19 dan siap digerakkan kapan pun untuk bisa ikut berperan mendukung percepatan penanganan Covid-19 di Loteng. “Relawan Covid-19 Kemenag Loteng ini basisnya di ponpes di semua kecamatan,” terangnya.

Pelantikan 2.376 relawan Covid-19 Kemenag ini, tambahnya, terbagi menjadi 12 titik di tiap kecamatan. Relawan Covid-19 di Kecamatan Praya tersebar 178 orang, Kecamatan Praya Tengah 300 orang, Kecamatan Praya Timur 200 orang, Kecamatan Praya Barat Daya 129 orang. Kemudian di Kecamatan Praya Barat 219 orang, Kecamatan Jonggat 259 orang, Kecamatan Batukliang 142 orang, Kecamatan Batukliang Utara 174 orang. Sementara di Kecamatan Kopang 132 orang, Kecamatan Pringgarata 127 orang, Kecamatan Janperia 267 orang, Kecamatan Pujut 250 orang dan pengawas madrasah, PAI Guru Pengawas PAI beserta kepala madrasah negeri 200 orang.

“Kami ucapkan banyak terimakasih kepada keluarga besar pondok pesantren yang telah mensuport kegiatan ini tentu pondok pesantren dan madrasah bagian yang tidak dipisahkan. Ini akan menjadi program percontohan bagi Kemenag di kabupaten/kota di NTB, bahkan Indonesia,’’ klaimnya.

Di tempat yang sama, Kapolda NTB, Irjen. Pol. Mohammad Iqbal, memberikan apresiasi atas pembentukan relawan Covid-19 Kemenag Loteng. Menurutnya, kunci dalam upaya menekan penyebaran Covid-19 ialah kebersamaan. Tanpa kebersamaan, sulit untuk bisa melewati masa-masa sulit seperti sekarang ini.

“Pandemi Covid-19 bisa dilawan dengan bersama. Dengan semangat gotong royong. Jadi dukungan dari semua pihak sangat diharapkan untuk kita bisa melewati pandemi ini,” tambahnya, seraya berharap relawan Covid-19 yang sudah dibentuk Kemenag Loteng bisa memberikan kontribusi maksimal bagi Loteng.

Kapolda menambahkan, angka kesembuhan pasien Covid-19 meningkat. Tidak hanya itu, masalah ketersediaan oksigen di rumah sakit juga sudah teratasi dan tenaga kesehatan juga sudah bekerja secara maksimal dalam penanganan Covid-9. ‘’Pramuka itu tangguh dan tanggap. Kalau kita semua bergandengan tangan menjalankan aksi-aksi seperti di Loteng ini, Insya Allah dengan cepat Covid ini berakhir, sehingga kita kembali beraktivitas seperti biasa,’’ pesannya.

Selain itu, harapnya, semua pihak harus bersama-sama memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19. Hal ini bisa dilakukan dengan vaksinasi dan menjalankan protokol kesehatan. Bagi yang belum divaksin, ujarnya, pihaknya memastikan stok vaksin segera didrop secara besar besaran, sehingga penyebaran Covid-19 di masyarakat, khususnya lingkungan pondok pesantren maupun madrasah bisa dicegah dan ditekan penyebarannya.

Apresiasi senada disampaikan Bupati Loteng H. L. Pathul Bahri. Bupati mengapresiasi pembentukan relawan Covid-19, karena wabah ini belum diketahui kapan akan berakhir. Untuk itu, dalam menangani masalah Covid-19 ini merupakan tugas seluruh elemen di daerah ini membantu pemerintah mencegah semakin bertambahnya orang yang terpapar Covid-19. (kir/ham)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional