Bantu Guru Honorer Jadi ASN

Muhammad Nasir (Suara NTB/dok)

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) bersama Dinas Dikbud NTB masih melakukan finalisasi data guru honorer jenjang SMA/SMK dan SLB yang akan diusulkan formasinya dalam seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Pemerintah Pusat akan mengangkat satu juta guru honorer menjadi PPPK mulai 2021 mendatang.

Kepala BKD NTB, Drs. Muhammad Nasir yang dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 26 November 2020 menjelaskan, sesuai hasil rapat koordinasi yang dilakukan secara virtual bersama Wakil Presiden, Mendikbud, Menkeu, dan Kemen PANRB bahwa guru honorer akan dibantu agar bisa menjadi ASN. Salah satunya, Kemendikbud akan memberikan kisi-kisi materi ujian seleksi PPPK kepada guru honorer.

‘’Untuk membantu (guru honorer), akan diberikan kisi-kisi oleh Kemendikbud, nanti disampaikan ke daerah. Kita berharap secepatnya dishare, supaya cepat disosialisasikan,’’ kata Nasir.

Dalam seleksi guru honorer menjadi ASN tersebut, syaratnya cuma dua. Yaitu, umur antara 20 – 59 tahun. Kemudian, guru honorer tersebut telah terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Bahkan, kata Nasir, dengan jumlah yang diangkat sebanyak satu juta orang. Jika ada yang tidak lulus dalam seleksi pertama, masih punya kesempatan kedua dan ketiga.

Nasir menambahkan, pihaknya sedang mempercepat finalisasi usulan formasi PPPK tersebut.  ‘’Data pastinya belum ada. Besok kami finalisasi dengan Dinas Dikbud. Nanti kita diundang oleh BKN Kanreg Denpasar tanggal 10 – 13 Desember, tentang teknisnya,’’ katanya.

Penyampaian usulan ini paling lambat 31 Desember.  Syarat formasi guru PPPK ini paling lambat 31 Desember mendatang. Nasir mengatakan, pihaknya menargetkan penyerahan usulan formasi tersebut 10 Desember mendatang. (nas)