Bantah Tuduhan Lakukan Santet, Tiga Warga Lombok Tengah Disumpah

Tiga warga (hadap belakang) Desa Batujai, Kabupaten Lombok Tengah jalani sumpah karena dituduh menyebar santet.

Praya (Suara NTB) – Tiga warga Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menjalani ritual sumpah di bawah Al-Qur’an sebagai bantahan atas tuduhan melakukan santet terhadap salah seorang warga desa setempat. Ketiga warga berinisial J,A, dan A tersebut menjalani ritual sumpah di Musala Majemul Huda Dusun Montong Miana Desa Batujai, dipimpin Kiai Muhamad Zaenudin, Senin, 17 Mei 2021 sore. Disaksikan para tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat desa serta aparat kepolisian.

Informasi yang diperoleh Suara NTB, menyebutkan, awal mula kejadian ada salah seorang tetangga keluarga yang diduga menyebar santet tersebut menderita sakit menahun. Warga yang sakit itu sendiri belum pernah menjalani pemeriksaan secara medis. Dan, oleh keluarganya beberapa waktu lalu warga yang sakit tersebut lantas dibawa untuk dirukiah di Praya Timur.

Iklan

Dalam proses rukiah warga yang sakit tersebut sempat mengalami kesurupan dan menyebut nama-nama keluarga yang menjalani sumpah tersebut. Video proses rukiah tersebut lantas menyebar ke warga sekitar, sehingga membuat warga lainnya terpengaruh hingga muncul tudingan dukun santet.

Situasi dusun pun memanas pascatersebarnya video proses rukiah tersebut, sampai membuat aparat desa harus turun tangan. Namun tak kunjung menyelesaikan masalah. Sampai akhirnya disepakati kepada keluarga yang diduga melakukan santet untuk menjalani sumpah dibawah Al-Qur’an yang dilaksanakan pada Senin sekitar pukul 16.30 Wita.

“Sumpah ini sebagai upaya penyelesaian terhadap permasalahan dugaan dukun santet yang melihat tiga warga dalam satu keluarga,” sebut Kapolsek Praya Barat, AKP Hery Indrayanto,SH., Selasa, 18 Mei 2021.

Dengan adanya sumpah tersebut warga menjadi yakin kalau pihak yang tertuduh tidak melakukan santet. Begitu pula bagi pihak tertuduh, sumpah tersebut juga salah satu cara untuk mengembalikan nama baik dan menghapus dugaan-dugaan negatif yang muncul.

“Dengan pengambilan sumpah ini, masyarakat bisa menerima sebagai bentuk penyelesaian permasalahan dan menerima kembali ketiga warga yang diduga menyebar santet tersebut. Masyarakat juga bisa kembali hidup rukun sebagaimana biasanya,” pungkasnya. (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional