Bank Pakan Pertama di Indonesia Mulai Berproduksi

Sekda NTB, H. L. Gita Ariadi bersama Kepala Dinas Nakeswan Provinsi NTB, Hj. Budi Septiani dan Direktur PKH Kementan, drh. Makmun melakukan ujicoba mesin-mesin pengolahan pakan di bank pakan.(Suara NTB/bul)

Praya (Suara NTB) – Kementerian Pertanian dan Pemprov NTB meresmikan dioperasikannya bank pakan pertama di Indonesia untuk mendukung pengembangan sektor peternakan, khususnya di provinsi ini. Beroperasinya bank pakan ini, diharapkan dapat mengurangi kesusahaan para peternak ruminansia ketika musim kemarau. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah diwakili Sekda NTB, H. L. Gita Ariyadi bersama Direktur PHK Kementerian Pertanian RI, drh. Makmun dan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB, Ir. Hj. Budi Septiani meresmikan bank pakan yang dikelola kelompok ternak “Bumang Wetan” di Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa, 23 November 2020. Peresmiannya juga disaksikan Pemda Kabupaten Lombok Tengah.

Kelompok ternak mengatakan merasa sangat terbantu karena tak lagi merisaukan kekurangan pakan ternak, terutama di saat kemarau. Pakan-pakan yang biasanya melimpah di saat musim hujan bisa dicacah kemudian dikemas dan disimpan untuk memenuhi kebutuhan saat ketersediaan pakan berkurang. Para peternak mengatakan, mereka sekarang tak perlu lagi mencari pakan. Tapi merekalah yang dicari oleh penyedia pakan untuk dikemas dan diawetkan.

Hj. Budi Septiani mengatakan, dengan tersedianya mesin pakan ini, selain untuk menyudahi kebutuhan pakan petani saat musim kering, diharapkan semangat para generasi milenial untuk beternak dapat lebih bergairah. Direktur PKH Kementerian Pertanian, drh. Makmun menjelaskan, Kementerian Pertanian tahun 2020 ini hanya memberikan bantuan kepada dua daerah untuk fasilitas bank pakan. Untuk Provinsi NTB, dan di Lampung.

Paket bantuan untuk bank pakan ini adalah alat dan permesinan untuk pencacahan dan pengemasan, gudang, bantuan untuk pembelian bahan baku sekitar 45 ton. Dengan total nilai keseluruhan bank pakan sebesar Rp477 juta. Dalam satu jam, mesin-mesin ini dapat mengolah bahan baku pakan, dari rumout gajah, lamtoro, bahkan ampas hasil-hasil pertanian sebanyak 6 ton atau bisa 48 ton dalam sehari. Pengolahannya sederhana, hanya dicacah di mesin pertama, kemudian di padatkan di mesin kedua, dan dikemas di mesin ketiga. Satu bal pakan bobotnya sampai 60 Kg. daya simpannya bisa hingga 2 tahun. Selama plastik kemasan tak bocor.

Sekda NTB, H. L. Gita Ariyadi mengatakan Pemprov NTB dapat mengadopsi teknologi yang ada di bank pakan. Dengan pola ATM, mesin-mesinnya bisa diperbanyak di STIP Banyumulek. Kecamatan Pujut adalah daerah penyangga KEK Mandalika. Kedepan, bersamaan dengan penyelenggaraan MotoGP di Mandalika, daerah penyangga yang berbasis potensi peternakan ini bisa menjadi kawasan edukasi ternak dengan penerapan teknologi peternakannya. Masyarakat bisa didorong untuk mengembangkan daerahnya menjadi agro eduwisata. (bul)