Bank NTB Syariah Peroleh Dana PEN Rp200 miliar.

Sudarmanto (Suara NTB/nas)

KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) melalui Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) NTB menyatakan belum ada Pemda, baik provinsi dan kabupaten/kota yang memperoleh dana Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Tahun 2020, hanya Bank NTB Syariah yang memperoleh dana PEN sebesar Rp200 miliar.

‘’Untuk pinjaman kepada Pemerintah Daerah, yang tahun ini belum ada. Penempatan dana di perbankan hanya ada di Bank NTB sebesar Rp200 miliar,’’ sebut Kepala Kanwil DJPB NTB, Sudarmanto dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 14 Maret 2021.

Iklan

Ia menjelaskan,  hanya Bank NTB Syariah yang memperoleh dana PEN pada 2020 lalu. Lewat program PEN, Bank NTB diberikan pinjaman sebesar Rp200 miliar dengan bunga 4 persen.

Dana tersebut selanjutnya harus diputar selama enam bulan difokuskan untuk pemberian kredit kepada UMKM. ‘’Dari Rp200 miliar, perbankan harus bisa menyalurkan dua kali lipatnya. Jadi Rp400 miliar fokus ke UMKM,’’ terangnya.

Sudarmanto mengatakan, dalam tempo enam bulan, Bank NTB Syariah telah menyalurkan dana sebesar Rp438 miliar lebih. ‘’Sudah selesai (penyalurannya), sekarang tinggal laporannya saja. Nanti kalau bagus, bisa dapat (pinjaman) lagi,’’ ujarnya.

Ia menyebutkan tahun 2021, dana PEN yang disiapkan Pemerintah Pusat sebesar Rp699,43 triliun. Dengan rincian, untuk perlindungan sosial Rp157,41 triliun, program prioritas termasuk di dalamnya pinjaman daerah sebesar Rp122,42 triliun, kesehatan Rp176,30 triliun, dukungan UMKM dan korporasi Rp184,83 triliun dan insentif usaha Rp58,47 triliun.

Sementara itu, realisasi dana PEN di NTB tahun 2021, Sudarmanto menyebutkan untuk program keluarga harapan (PKH) sebesar Rp238,63 miliar kepada 335.852 KPM di triwulan I. Kemudian sebesar Rp117,66 miliar Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada 196.397 KPM bulan Januari dan 195.811 KPM bulan Februari 2021.

Untuk bantuan pangan non tunai (BPNT) sebesar Rp180,09 miliar kepada 450.246 KPM bulan Januari dan 450.218 KPM bulan. Februari. Kemudian, BLT Kartu Prakerja sebesar Rp186,5 miliar kepada 52.537 penerima manfaat.

Selain itu, pembayaran klaim rumah sakit sebesar Rp43,66 miliar untuk 18 rumah sakit dan 641 pasien Covid-19. Padat karya PUPR sebesar Rp56,08 miliar untuk 3.635 pekerja dan bantuan produktif usaha mikro (BPUM) sebesar Rp16,3 miliar untuk 13.587 UMKM. (nas)

Advertisement ucapan idul fitri ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional