Bank NTB Ikut Bantu Daerah Kekeringan

Kukuh Raharjo (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Bank NTB Syariah ikut ambil bagian mendukung pemerintah mengurangi dampak kekeringan di NTB. Bank Pembangunan Daerah (BPD) ini merencanakan akan membangun sumur-sumur bor.

Hal ini dikemukakan Direktur Utama Bank NTB Syariah, H. Kukuh Raharjo. Sumur bor akan dialokasikan dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) bank. Berapa jumlahnya yang akan dibangun, menurut Kukuh akan diselesaikan dengan kemampuan bank. Untuk awal, ia telah meminta masing-masing kantor cabang yang ada di Pulau Sumbawa.

Iklan

Dari KSB, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu hingga Bima untuk mengidentifikasi mana saja daerah-daerah yang mengalami kekeringan. ‘’Saya sudah instruksikan di cabang-sabang di Pulau Sumbawa, teliti daerah-daerah kekeringan  kemudian yang dekat dengan masjid. Kalau bisa upayakan bangun sumur,” kata H. Kukuh.

Bantuan sumur bor akan diberikan komplit. Dari biaya pengeboran, mesin pompa, hingga tandonnya. Bank NTB Syariah menyiapkan anggaran satu titik sumur bor di kisaran Rp25 juta hingga Rp30 juta.

Mengapa pilihannya sumur bor? Menurutnya, kekeringan tidak bisa diatasi secara temporer, atau hanya dengan mendistribusikan air bersih saat kekeringan.

Sumur bor dengan kedalaman tertentu diharapkan dapat menjadi mata air bagi masyarakat yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Semasih menjadi bank konvensional, Bank NTB setiap tahun menyelenggarakan undian berhadiah. Tak taggung-tanggung, hadiah berupa mobil senilai hingga setengah miliar rupiah disiapkan kepada konsumen.

Undian, kata H. Kukuh adalah salah satu program yang tidak diperbolehkan di syariah, selain riba. Karena itu, dana-dana untuk menyelenggarakan undian, akan jauh lebih bermanfaat jika diberikan dalam bentuk bantuan yang dapat memberikan manfaat kepada banyak orang.

“Karena ini bank masyarakat NTB, ya manfaatnya harus secara menyeluruh kepada masyarakat NTB,” demikian H. Kukuh. Bank daerah ini setelah konversi terus menunjukkan perkembangannya. Kebutuhan transaksi keuangan masyarakat juga dilengkapi. Produk dan layanan bank juga telah ditingkatkan.

Selaras dengan program yang digalakkan pemerintah yang mengedepankan konsep cashless, branchless, paperless dan electronifikasi yaitu melalui implementasi layanan Laku Pandai, Jasa Payroll Package, Bos Non Tunai, SMS Casda, ATM, Mobile Banking dan Electronic Data Capture (EDC).

Perkembangan bisnis bank juga telah menunjukkan tren yang terus lebih baik. Sesuai dengan data keuangan bank pada posisi Juni 2019, total aset Rp8,207 triliun, meningkat 16,61% dibanding posisi Desember 2018 sebesar Rp7.038 triliun.

Total Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp6.467 triliun, meningkat 31,42% dibanding posisi Desember 2018 sebesar Rp4,921 triliun. Khusus tabungan, Rp1.945 triliun, menurun 18,65% dibanding posisi Desember 2018 Rp2.391 triliun. Deposito Rp2.388 triliun, meningkat 40,95% dibanding posisi Desember 2018 sebesar1.694 triliun.

Sementara total pembiayaan Rp5.072 triliun meningkat Rp4,18% dibanding posisi Desember 2018 sebesar Rp4.868 triliun. Dan laba, sampai dengan bulan Juni 2019 sebesar Rp74.156 miliar. “Semakin berkembangnya Bank NTB Syariah, kita harapkan akan semakin besar manfaat yang diterima masyarakat Bumi Gora,” demikian H. Kukuh. (bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here