Bank Indonesia : Shrimp Estate dan Lobster Estate akan Berdampak Luar Biasa bagi NTB

Heru Saptaji. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Bank Indonesia Provinsi NTB ikut sangat antusias menyambut program strategis nasional yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) bersama pemerintah daerah Provinsi NTB bernilai triliunan, yaitu shrimp estate dan lobster estate (kawasan budidaya udang dan lobster). Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Heru Saptaji mengatakan, program KKP yang akan dilaksanakan di NTB ini  menurutnya akan sangat luar biasa dampaknya bagi pertumbuhan dan pemerataan ekonomi bagi masyarakat Provinsi NTB.

“Hal ini akan memperkuat struktur perekonomian NTB yang dominan berbasis pertanian-kelautan di tengah tantangan pandemi covid 19 (sektor hijau),” ujarnya. Selain itu, competitiveness komoditas kelautan perikanan ini akan meningkat signifikan karena dikembangkan dalam konsep yang terintegrasi (hulu – hilir). “Semoga ada investor dr NTB yang juga turut terlibat sehingga endapan nilai tambah dari program ini akan semakin memberikan manfaat yang lebih besar bagi daerah ini.

Iklan

BI menyambut baik dan  siap untuk bersinergi dan mendukung melalui upaya pendampingan (misalnya teknikal assistant, dan sebagainya) program ini dalam pelaksanaannya,” demikian komitmen disampaikan Heru Saptaji. Heru Saptaji sekaligus inisiator yang menggelorakan semangat percepatan pembangunan ekonomi NTB dengan istilah 150 Km/jam ini mengatakan, dampak besarnya nanti adalah penguatan struktur perekonomian.

Kendati Bank Indonesia juga belum dapat memproyeksikan seperti apa dampak secara spesifik hampir Rp5 triliun ini. Anggaran untuk mewujudkan shrimp estate dan lobster estate di Lombok dan Sumbawa ini setara dengan APBD NTB. dampaknya nanti tergantung dalam tataran rencana realisasi atau alokasi investasi pada tahapan periode dari program besar ini. yang terpenting menurutnya, shrimp estate dan lobster estate ini harus dikawal dan benar-benar terwujud.

Sebelumnya, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah berhasil melobi Menteri Kelautan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono untuk menggiring program strategis nasional di NTB, sebagai pusat budidaya dan produksi udang dan lobster terbesar di Indonesia. Untuk shripm estate, ditetapkan Moyo Utara Kabupaten Sumbawa sebagai lokasinya. Ada seribu hektar lahan yang dibutuhkan. Saat ini tengah perampungan / clean and clear untuk memenuhi luasan lahan yang diminta untuk budidaya lobster. Pemprov NTB bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Shrimp estate di NTB ini bahkan sudah masuk dalam RPJMN yang dieksekusi tahun 2022 mendatang. Dengan dana sebesar Rp4 triliun ini nantinya dikelola langsung oleh pemerintah pusat (KKP) untuk membangun infrastruktur dan sarana prasarana dari tambak, pabrik pakan,jalan-jalan dalam kawasan, hingga pabrik pengemasannya.

Sementara untuk lobster estate, KKP akan melakukan budidaya nasional di Lombok. Beberapa daerah yang kawasannya direncanakan adalah di wilayah Sekotong Lombok Barat, wilayah Ekas dan Telong-elong Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. Bahkan di Telong-elong, pemerintah menjadikannya sebagai kampung lobster. Dalam hal ini, KKP juga menyediakan anggaran Rp550 miliar lebih dan tahun 2022 juga akan agresif mulai dilaksanakan. (bul)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional