Bank Dunia Tawari ITDC Pinjaman Rp 3,3 Triliun

Praya (Suara NTB) – Proyek pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang saat ini tengah dijalankan oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), dinilai memiliki prospek yang sangat menjanjikan oleh World Bank (Bank Dunia). Lembaga keuangan internasional tersebut pun siap memberikan pinjaman hingga 260 juta Dolar Amerika atau setara Rp3,3 triliun bagi ITDC.  Pinjaman ini untuk mendukung rencana pengembangan KEK Mandalika.

Platform pinjaman yang disiapkan Bank Dunia untuk ITDC sebesar 260 juta Dolar Amerika. Tapi kita tentu akan berhitung dulu. Apakah akan mengambil seluruhnya atau sebagian saja dari platform yang disiapkan tersebut,” ungkap Deputi Project Director KEK Mandalika ITDC, H. Adi Sujono, kepada Suara NTB, Jumat, 30 Maret 2018.

Iklan

Tapi yang jelas, kalau kemudian ITDC mau mengajukan pinjaman sesuai platform yang disiapkan oleh Bank Dunia tersebut tidak masalah. Karena ITDC yang dulu masih bernama BTDC, sudah memiliki hubungan yang cukup baik dengan pihak Bank Dunia. Di mana dulu saat mengembangkan kawasan Nusa Dua di Bali, Bank Dunia juga ikut memberikan pinjaman dengan jangka waktu 20 tahun. Namun belum cukup 20 tahun, pihak BTDC kala itu sudah bisa melunasi pinjaman kepada Bank Dunia. “Di mata Bank Dunia, track record ITDC sangat baik. Sehingga tidak sulit bagi ITDC kalau mau mengajukan pinjaman lagi kepada Bank Dunia,” ujarnya.

Terlebih sekarang, ITDC tengah mengembangkan KEK Mandalika. yang kalau dilihat dari aspek bisnis, sangat menjanjikan. “Tapikan untuk mengajukan proses pinjaman ke Bank Dunia butuh waktu. Proses pengembangan KEK Mandalika juga bertahap. Dalam artinya, meski pinjamna tersebut harus keluar sekarang. Semua disesuaikan dengan tahapan dan proses pengembangan KEK Mandalika,” terangnya.

Lebih lanjut Adi menambahkan, ITDC butuh dana sekitar Rp 4,5 triliun untuk membangun dan mengembangkan KEK Mandalika. Di mana dana tersebut diperuntukan untuk membangun berbagai fasilitas pendukung didalam kawasan, sehingga para investor mau berinvestasi di KEK Mandalika.

Jika melihat total kebutuhan anggaran pengembangan KEK Mandalika tersebut, dengan mengandalkan pinjaman dari Bank Dunia memang tidak akan cukup, sehingga ITDC juga tengah berupaya mencari sumber-sumber pendanaannya lainnya untuk memenuhi kebutuhan anggaran pengembangan KEK Mandalika.

‘’Selain Bank Dunia ada beberapa lembaga keuangan internasional yang juga bersedia memberikan pinjaman ke ITDC. Misalnya dari AIIB, lembaga keuangan regional Asia yang fokus memberikan pembiayaan pembangunan infrastruktur. Termasuk dari lembaga keuangan di bawah Kementerian Keuangan juga ada yang siap memberikan pinjaman, hingga Rp 1,5 triliun,’’ tambahnya.

Apakah ITDC sanggup melakukan pengembalian pinjaman? Adi menegaskan, semua risiko sudah diperhitungkan. Jangka waktu pinjaman juga rata-rata cukup panjang, yakni antara 15 sampai 20 tahun. Jadi dari sisi bisnis, besarnya pinjaman bukan masalah. (kir)