Bank Dinar Siapkan Kemudahan Berhaji untuk Seluruh Kalangan

Mustaen. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Bank  Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Dinar Ashri (Bank Dinar) memfasilitasi masyarakat di Provinsi NTB untuk lebih mudah menunaikan ibadah haji. Menyiasati panjangnya masa tunggu menunaikan rukun Islam kelima ini, Bank Dinar meluncurkan program Pembiayaan Perencanaan Perjalanan Ibadah, khusus haji. Kemudahan program ini berlaku bagi seluruh lapisan masyarakat, dari yang bergaji tetap, hingga petani secara umum.

Berhaji adalah impian semua umat Islam. Namun tidak semua memiliki kemampuan untuk menunaikannya. Bank Dinar, kata Direktur Utamanya, Mustaen, menyiapkan sebuah skema pembiayaan kepada seluruh masyarakat. Baik untuk haji regular, maupun haji khusus. Dengan skema pembiayaan yang  ada di Bank Dinar ini, ASN, petani, hingga anak-anak akan diberi kemudahan menunaikan haji. Daftar tunggu berhaji saat ini sampai 34 tahun. Tentu waktu yang cukup panjang menanti.

Iklan

Selama ini masyarakat menggunakan pola menabung terlebih dahulu, kemudian mendaftar haji. Pola ini oleh Bank Dinar dibalik. Masyarakat diajak mendaftar haji terlebih dahulu, lalu menabung. Mustaen menjelaskan, Bank Dinar menyiapkan biaya awal sebesar Rp25 juta untuk mendapatkan satu kuota kursi haji di Kemenag.

Sembari menunggu masa pemberangkatan, calon jemaah bisa menabung/ mencicil biaya sebesar Rp25 juta itu selama hingga 20 tahun. Cicilannya sangat kecil dan terjangkau. Bagi petani, Bank Dinar menyiapkan skema cicilan secara musiman. “Cuma berapa besarannya sekali semusim yang harus dibayar, kami sedang rumuskan. Jadi, dengan pola ini, masyarakat sudah bisa mendapatkan satu kursi haji. Sambil nunggu pemberangkatan, ibaratnya sambil nabung. Kebiasaan, selama ini masyarakat nabung dulu, baru daftar haji. Kalau seperti itu, dengan masa tunggu lebih dari 30 tahun, nunggu uang terkumpul kapan berangkatnya,” katanya.

Program ini juga bisa didaftarkan untuk anak-anak usia 12 tahun. Tentunya kewajiban menabung setiap bulan menjadi tanggungan orang tua. Dengan mendaftarkan anak berhaji di usia 12 tahun, jika dihitung masa tunggu sampai 34 tahun, maka pada usia 46 tahun, sudah bisa berhaji. “Sambil jalan sambil ditabungkan, nanti kalau sudah dewasa bisa nyambung sendiri cicilannya di bank. Atau kalau ada kemampuan, bisa dilunasi sebelum masa pemberangkatan,” jelas Mustaen.

Masa cicilan dana talangan dari Bank Dinar bisa mencapai 20 tahun. Sehingga sangat ringan dan terjangkau bagi siapapun yang ingin berhaji. Selain haji regular, Bank Dinar juga membiayai pemberangkatan haji khusus yang masa tunggu hajinya antara 5 tahun sampai 7 tahun. Bank Dinar membiayai sebesar US$4.500 (dibawah Rp70 juta) untuk mendapatkan kursi haji di Kemenag. Seluruh proses pengurusan akan dibantu oleh tim dari Bank Dinar.

“Ibaratnya, hanya setor KTP saja. Semua proses di Kemenag akan dibantu tim kami. Dengan program haji ini, baik yang regular maupun khusus, semua memiliki kesempatan yang sama berhaji,” imbuhnya. Bank Dinar juga menyiapkan fee kepada masyarakat yang mendaftarkan keluarga, kerabat, atau handai taulannya untuk berhaji dengan skema pembiayaan yang disiapkan Bank Dinar. Untuk haji regular, per 1 calon jemaah fee sebesar Rp250.000. sementara untuk jemaah haji khusus, disiapkan Rp2 juta. Bank Dinar berkantor pusat di Jalan Sriwijaya No 394 Mataram. (bul)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional