Banjir Terparah, Ekonomi Warga Kekalik Jaya Nyaris Lumpuh

Mataram (suarantb.com) – Banjir terparah dialami warga Kelurahan Kekalik Jaya pada Rabu, 14 Desember 2016. Sebelumnya, Kelurahan Kekalik Jaya belum pernah mengalami banjir separah kali ini. Ketinggian air di pinggiran Sungai Ancar mencapai 1 meter lebih dan baru surut pada dini hari, terhitung sejak terjadinya banjir sekitar pukul 17.00 WITA. Demikian disampaikan Lurah Kekalik Jaya, Fathurrahman ditemui di kantornya, Kamis, 15 Desember 2016.

Fathurrahman mengatakan, sebelumnya pada Sabtu, 10 Desember 2016 lalu, jumlah rumah yang terendam mencapai 240 unit. Sementara pada Rabu kemarin, jumlah yang terendam hampir seluruh rumah yang ada di Kelurahan Kekalik Jaya, diperkirakan jumlah rumah yang terdampak lebih dari 500 unit.

Iklan

Menurutnya total kerugian yang dialami warga lebih dari Rp 200 juta, mengingat banjir tersebut benar-benar melumpuhkan kegiatan ekonomi masyarakat.

“Karena di sini kan hampir 70 persen warga kami adalah pekerja pabrik tahu dan tempe. Mereka tidak dapat berproduksi. Satu hari saja berapa ratus juta mereka rugi,” jelasnya.

Selain merendam rumah penduduk, banjir juga merusak bahan baku produksi tahu dan tempe. Akibatnya, para pengusaha maupun pekerja tidak dapat berproduksi selama beberapa waktu ke depan.

“Bahan baku yang sudah mereka beli kan terendam air, mereka tidak bisa berproduksi. Buruh-buruh yang bekerja di sana juga jadinya kehilangan pekerjaan, mereka mengalami kerugian juga,” paparnya.

Namun sementara ini, pemerintah baru memberikan bantuan yang bersifat insidentil, karena total kerugian belum dapat ditentukan jumlah pastinya. Warga Kekalik Jaya saat ini masih disibukkan dengan perbaikan kondisi rumah akibat banjir yang melanda.

Untuk antisipasi sendiri, Fathurrahman hanya bisa mengimbau warganya agar selalu waspada jika banjir kembali terjadi. Terutama bagi para penduduk yang memiliki anak-anak balita maupun bayi, agar selalu siaga menyelamatkan diri untuk mencegah korban jiwa. Sebab, bencana banjir akibat luapan air sungai tidak dapat diprediksi.

“Karena ini luapan air, Sungai Ancar tidak mampu menampung debit air yang merupakan air kiriman dari luar. Kita mengimbau kepada masyarakat, terutama di cuaca yang ekstrem ini, untuk tetap selalu mawas diri,” pesannya. (rdi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here