Banjir Terjang 12 Desa di Lobar

Giri Menang (Suara NTB) – Belasan desa yang tersebar di sejumlah kecamatan di wilayah Lombok Barat (Lobar) diterjang banjir dan longsor akibat hujan lebat, Rabu, 14 Desember 2016 lalu. Lima kecamatan yang dilanda di antaranya Kecamatan Batulayar, Gunungsari, Labuapi, Kediri, Kuripan serta Narmada. Tidak ada korban jiwa akibat bencana ini, namun akibat bencana ribuan jiwa yang terkena dampak bencana terpaksa diungsikan. Sejumlah fasilitas jalan dan rumah warga juga terkena longsor.

“Ada 12 titik tersebar di sejumlah kecamatan terjadi bencana di Lobar, ada rumah terkena dampak dan ribuan warga diungsikan,” terang Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid ditemui di sela-sela meninjau lokasi banjir di wilayah Batulayar, Kamis, 15 Desember 2016. Bupati turun bersama Dandim  Lobar didampingi sejumlah jajaran terkait.

Iklan

Fauzan menyatakan, bencana tahun ini lebih parah dibandingkan tahun lalu. Terlihat dari banyaknya daerah yang terkena bencana banjir. Meski bencana lebih parah tahun ini, namun tidak ada korban yang meninggal. Dibandingkan tahun lalu, justru korban yang meninggal sebanyak 5 orang akibat bencana.

Menurutnya, titik yang mengalami banjir kali ini lumayan luas mencapi 12 desa. Pihaknya telah menginstruksikan semua jajaran SKPD untuk ikut membantu penanganan korban bencana. Sebab disadarinya, anggaran untuk tanggap darurat di BPBD dan di Dinas Sosial sangat terbatas. Sementara intensitas dan volume bencana tahun ini sangat tinggi. Bentuk bantuan ini, jelasnya, keikhlasan bukan dialokasi khusus dari SKPD. Informasi yang diperoleh bantuan sudah terkumpul di BPBD untuk siap disalurkan.

Bupati memantau titik lokasi banjir yang masih terjadi di Dusun Karang Telaga Desa Senteluk. Di lokasi ini, masih terjadi genangan air setinggi lutut menyebabkan air masuk ke dalam rumah warga setempat. Bupati berdialog pun dengan kepala dusun setempat, Hamdi untuk menanyakan kondisi warga yang terdampak banjir. Di hadapan warga setempat, bupati akan mengupayakan mencari solusi untuk menuntaskan banjir yang masih menggenangi wilayah setempat.

  Ancaman Bencana, Masyarakat Lotim dan Loteng Diminta Waspada

Kepala Dusun Karang Telaga, Hamdi menuturkan banjir sudah menggenangi dusun setempat sejak Sabtu lalu. Akibatnya, warga setempat pun menggagalkan acara maulid yang seharusnya digelar. Ia menyebut, jumlah rumah warga yang masih tergenang banjir 54 KK. Sebagian warga terpaksa menempati rumahnya yang terendam banjir, namun sebagian besar mengungsi.

Pihak dinas bersama aparat TNI, jelasnya, sudah menyiapkan tenda untuk mengantisipasi hujan susulan. “Kami minta agar ada solusi supaya tidak lagi terjadi banjir di sini, tempat kami ini langganan banjir,” jelasnya.

Pihaknya sudah mendapatkan tawaran dari pihak ketiga agar menimbun lahan setempat, namun belum diputuskan karena khawatir justru menimbulkan dampak baru lagi. Menurutnya, saat ini paling utama yang diperlukan warga bantuan makanan dan obat-obatan agar warga tidak mengalami gatal, disamping itu warga rawan terkena diare.

Ditemui di lokasi, Kepala Pelaksana BPBD Lobar, H. M. Najib menyebutkan, total yang terkena banjir 12 desa di 6 kecamatan, yakni Batulayar, Gunungsari, Labuapi, Kediri, Kuripan serta Narmada. Dijelaskan lebih rinci,  12 desa terkena banjir yakni di Kecamatan Kediri terdapat Desa Rumak terkena bencana banjir. Banjir di desa ini terjadi sekitar pukul 00.00 Wita, diduga dipicu saluran yang tersumbat. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas PU untuk menindaklanjuti penanganannya. Dinas PU selanjutnya telah berkoordinasi dengan BWS untuk penanganan, karena berada di jalur provinsi.

Selanjutnya, kecamatan Labuapi terdapat dua desa yang terkena banjir yakni Perampuan dan Desa Kuranji. Di Kecamatan Narmada juga terdapat dua desa yang dilanda bencana banjir, yakni Desa Badrain dan Karang Kesuma. Dua desa ini terkena longsor.

Di Kecamatan Gunung Sari, dua desa terkena bencana banjir dan longsor, yakni Desa Lembah Sari serta Desa Guntur Macan. Lokasi longsor di Guntur Macan, jelasnya, berbeda dengan lokasi sebelumnya. Sedangkan di Desa Lembah Sari, terdapat longsor yang nyaris mengenai dua rumah warga. Pihak BPBD tela mengevaluasi 10 KK yang ada di lokasi setempat mengantisipasi dampak bencana susulan. Lalu di Kecamatan Kuripan, ada dua desa terkena banjir, yakni Kuripan Selatan dan Desa Jagaraga Indah. Di Jagaraga Indah yang sebelumnya diterjang banjir di Dusun Tumpeng kali ini kembali terkena bencana banjir. Sedangkan di Kuripan Selatan ada Dusun Pelabu dan Tunggu Lawang.

  Cegah Investor “akan”, Pemprov NTB Syaratkan Uang Jaminan

Di wilayah Kecamatan Batulayar juga terkena banjir dan longsor di Desa Batulayar dan Senteluk. Di Desa Batulayar ada 4 dusun yang terkena banjir dan longsor, sedangkan di Desa Senteluk ada dua dusun. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here