Banjir Sumbawa, Rumah Terendam, Tambak dan Ternak Warga Ludes

BERSIHKAN PUING - Tim Pamhut Ampang Plampang saat bersama masyarakat membersihkan puing-puing yang tersisa setelah banjir di Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Bencana banjir kembali menimpa Desa Tongo, Kecamatan Sekongkang, Jumat, 7 Desember 2018 setelah diguyur hujan sejak hari Kamis malam. Banjir yang diakibatkan oleh meluapnya air Sungai Erat Puja di Sejorong, merendam puluhan rumah warga dan menghanyutkan beberapa hewan ternak masyarakat.

 

Iklan

Camat Sekongkang, Syafruddin kepada Suara NTB, Jumat, 7 Desember 2018 menjelaskan, saat ini tim dari BPBD sudah turun ke lapangan melakukan pengecekan serta menginventalisir total kerusakan akibat bencana tersebut.

 

Adapun rumah yang terdampak banjir tersebut berada di RT 10 dusun Sejorong sekitar delapan unit rumah dan dusun kampung baru Tongo sekitar 10 unit rumah yang terendam. Selain rumah yang terandam, sejumlah hewan ternak milik warga juga hanyut terbawa arus sungai. Sehingga untuk sementara ini total kerugiannya ditaksir mencapai angka puluhan juta.

 

Pihaknya saat juga terus melakukan pendataan untuk memastikan total kerugian yang diakibatkan oleh banjir tersebut. “Kami masih mendata jumlah kerugian akibat bencana banjir tersebut. Kalau data untuk sementara, sekitar puluhan juta sudah ada,” ungkapnya.

 

Dikatakannya, bencana banjir di Tongo hampir setiap musim penghujan pasti terjadi. Hal tersebut terjadi karena desa ini sangat rendah dan berada di pinggir sungai. Selain itu, terjadi penyempitan aliran sungai karena pembangunan di lokasi tersebut juga menjadi faktor lain. Kendati demikian tidak ada korban jiwa saat banjir tersebut terjadi, karena rata-rata masyarakat sudah terbiasa dan sudah faham ketika musim penghujan terjadi.

 

Banjir dengan tinggi 1 meter itu, kondisinya sudah berangsur reda dan rumah yang terdampak juga sudah mulai dibersihkan. Hanya saja sampai dengan saat ini masyarakat masih was was karena hujan masih terus terjadi di wilayah setempat. Sehingga sangat besar kemungkinan banjir juga kembali terjadi.

 

Terhadap masalah ini, pihaknya mengmbau masyarakat untuk tetap waspada untuk menekan terjadinya hal -hal yang tidak diinginkan. Sedangkan penyebab terjadinya banjir, pihaknya sangat berharap agar Pemerintah bisa segera mengambil sikap. Sehingga kejadian yang hampir terjadi di setiap musim hujan tersebut bisa ditekan dan diminimalisir.
“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terkait bencana banjir ini. Karena selalu terjadi setiap tahun, kami minta agar Pemkab bisa menyikapi penyebab dari banjir ini terjadi,” tandasnya.

 

Di Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa, warga di empat dusun juga ikut menjadi korban banjir. Sekitar puluhan hektar tambak garam dan belasan hektar tambak bandeng juga terendam. Sehingga para petani setempat diperkirakan merugi ratusan juta rupiah.

 

Camat Empang, Surianto yang dihubungi Jumat (7/12) kemarin menjelaskan, dari data sementara yang terhimpun terdapat 1.670 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak dengan jumlah sebanyak 6.780 jiwa. Jumlah ini tersebar di lima desa yang ada, yakni lima dusun di Desa Pamanto, lima dusun di Desa Empang Bawah, tiga dusun di Desa Bunga Eja, empat dusun di Desa Empang Atas, dan satu dusun di Desa Jotang Lama. Banjir juga mengakibatkan dua rumah hanyut dan sekitar 18 rumah temboknya jebol, yakni di Dusun Stoe Berang. “Jadi di Empang Atas ada 2 rumah hanyut dan 18 yang jebol temboknya,” jelasnya. (ils/arn)