Banjir Setinggi Lutut Juga Merendam Karang Pule dan Kekalik

Mataram (suarantb.com) – Banjir melanda Kelurahan Karang Pule dan Kekalik, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Sabtu, 10 Desember 2016. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Mataram sejak siang tadi, menyebabkan sungai di wilayah Karang Pule meluap.

Iklan
Rumah warga di Kelurahan Karang Pule yang terendam banjir, Sabtu, 10 Desember 2016.

Pantauan suarantb.com, sekitar empat lingkungan di Kelurahan Karang Pule terkena banjir. Banjir setinggi lutut orang dewasa, mengakibatkan beberapa rumah terendam. Di ruas jalan Sekarbela tidak luput dari genangan banjir.

Terpantau, beberapa kendaraan bermotor yang melintas, mengalami mogok. Lurah Karang Pule, H. Taufiqurahman mengatakan,
“banjir memang karena musim. Karena intensitas hujan yang deras mengakibat meluap sungai. Selain itu juga disebabkan beberapa faktor, seperi banjir bawaan, kadang drainase tersumbat,” ujarnya.

Banjir setinggi lutut orang dewasa merendam Karang Pule.

Sementara untuk bantuan terhadap korban banjir, saat ini belum ada. Hal itu menurutnya dikarenakan banjir tidak cukup parah, sehingga tidak ada masyarakat yang diungsikan.

“Ini masih tergolong normal, makanya kita tidak meminta bantuan. Dulu BPBD dan PU juga sering datang. Tapi kali ini Insya Allah secepatnya akan surut,” jelasnya.

Ruas jalan di Sekarbela terendam banjir.

Sementara Amaq Sapi’i, warga yang rumahnya terendam banjir mengatakan telah terbiasa menghadapi banjir. Sehingga ia tidak mengungsikan keluarganya.

“Sudah terbiasa kita pak. Setiap musim hujan, rumah saya terendam (banjir). Ini karena dekat dengan sungai,” ucapnya.

Ruas jalan di Kekalik terendam banjir.

Di Lingkungan Swasembada, Kekalik, juga tidak luput dari genangan air. Beberapa ruas jalan di lokasi juga tergenang air, mengakibatkan beberapa kendaraan bermotor mengalami mogok. Beberapa warga terpaksa mendorong motornya ke bengkel.

  Penanganan Covid-19, Perlu Keterpaduan agar Keluar dari Zona Merah

“Mau ke kampus, tapi kayaknya businya basah. Makanya mau cari bengkel dulu,” ujar seorang mahasiswa yang tidak menyebutkan namanya.

Sementara di ruas jalan Sekarbela, warga dengan dibantu Linmas setempat mengimbau pengguna jalan untuk tidak melewati jalan tersebut. Karena genangan air yang cukup dalam, yang dapat mengakibatkan motor mengalami mogok.

Linmas Kelurahan Karang Pule, Ishak, mengatakan sekitar empat lingkungan terendam banjir. “Yang terendam banjir sekitar empat lingkungan. Di Pandai Mas Timur, Mas Mutiara, Lingkungan Pandai Besi, dan Karang Pule,” ujar Ishak.

Ishak menduga banjir disebabkan karena genangan sampah yang menumpuk di sungai. Menurutnya, kesadaran masyarakat terkait kebersihan sungai belum muncul, sehingga cenderung membuang sampah di sungai.

“Ini juga lantaran kurangnya kesadaran masyarakat membuang sampah di sungai. Kadang-kadang dibuang satu karung. Sama karung-karungnya itu,” bebernya. (szr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here