Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Dompu

Bupati Dompu, Kader Jaelani, saat meninjau korban banjir bandang di Ranggo, Kamis, 1 April 2021.(Suara NTB/hms pemda dpu)

Dompu (Suara NTB) – Banjir bandang kembali melanda Kabupaten Dompu dan merendam sejumlah wilayah di kecamatan Pajo, Huu, dan Dompu. Selain intensitas hujan yang tinggi, banjir bandang ini juga dipicu oleh mendangkalnya sungan dan saluran akibat sedimen serta sampah.

Banjir bandang di Dompu terjadi pada Kamis, 1 April 2021 dan Jumat, 2 April 2021. Banjir pada Kamis menggenangi pemukiman warga di Desa Ranggo dan Tembalae kecamatan Pajo hingga amblasnya jembatan yang menghubungkan perkampungan dengan pemakaman umum Desa Ranggo. Hujan deras pada Kamis siang juga membuat jalanan di sekitar kota Dompu menjadi tempat saluran air, karena paritnya banyak yang tersumbat dan dangkal. Seperti di sekitar kantor Bupati Dompu dan jalan protokol Soekarno Hatta.

Iklan

Hujan yang mengguyur Dompu pada Jumat, 2 April 2021 subuh hingga sore, juga menyebabkan banjir bandang kembali melanda wilayah Dompu, Pajo, dan Huu. “Saat ini masih hujan, dan banjirnya baru datang. Kita belum mengetahui kerusakan dan korban jiwa, tapi anggota BPBD sedang melakukan monitoring di lapangan,” kata Kepala BPBD Dompu, Jufri, ST, M.Si kepada Suara NTB, Jumat, 2 April 2021.

Jufri mengatakan, penyebab utama banjir bandang yang kembali menggenangi sejumlah wilayah di Dompu akibat intensitas hujan yang tinggi. Karena sejak subuh, hujan dengan kapasitas kecil hingga tinggi mengguyur Dompu. “Intensitas hujan yang tinggi menjadi penyebab utamanya, ditambah sedimen pada sungan dan bendungan menyebabkan air tidak tertampung, sehingga meluap ke pemukiman warga,” kata Jufri.

Intensitas hujan tinggi di wilayah pulau Sumbawa, lanjut Jufri, sudah diperingatkan BMKG dan kondisi ini terjadi hingga April 2021. Warga pun diminta tidak panik dan tetap waspada dengan cuaca saat ini. “Jangan panik, tetap waspada saja,” katanya.

Warga juga diimbau tidak memperparah banjir dengan membuang sampah sembarangan. Banyak saluran tidak berfungsi maksimal karena sedimen dan sampah yang dibuang sembarangan oleh warga. Sampah itu kemudian menyumbat saluran, sehingga fungsinya menghantarkan air ke sungai tidak maksimal. Sampah yang dibuang warga serta ranting pohon juga menumpuk di sungai, sehingga membuat laju aliran sungai terhambat. “Kita minta warga untuk tidak buang sampah sembarangan. Nanti sampah itu menyumbat saluran dan sungai, sehingga menyebabkan banjir,” ingatnya.

Bupati dan wakil Bupati Dompu, Kader Jaelani – H Syahrul Parsan, ST, MT langsung turun meninjau korban banjir bandang di Desa Ranggo dan Tembalae kecamatan Pajo, Kamis, 1 April 2021 setelah airnya surut. Ia langsung perintahkan tim tagana dan BPBD untuk menyalurkan bantuan kebutuhan tanggap darurat bagi korban banjir. (ula)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional